MADRID – Perseteruan Real Madrid dengan perangkat perwasitan Spanyol kembali menjadi sorotan menjelang El Clasico, setelah mantan wasit internasional Iturralde Gonzalez menuding adanya strategi untuk meningkatkan tekanan terhadap pengadil pertandingan.
Dalam analisisnya di radio Cadena SER, Iturralde menilai kritik berulang terhadap wasit bukan sekadar luapan kekecewaan, melainkan pola yang diduga sengaja dibangun oleh staf kepelatihan Real Madrid.
“Hal ini sudah terjadi ketika saya masih menjadi wasit, dan merupakan strategi staf kepelatihan Real Madrid untuk menciptakan ketegangan sebelum, selama, dan setelah pertandingan,” kata Iturralde seperti dilansir Goal, Senin (12/10/2026).
Kritik Wasit dan Narasi Ketidakadilan
Menurut Iturralde, kontroversi perwasitan yang melibatkan Los Blancos terus berkembang melalui pernyataan klub, reaksi suporter, dan pemberitaan media yang memperbesar tekanan terhadap para pengadil lapangan.
Ia menduga situasi tersebut dapat membentuk persepsi bahwa Real Madrid selalu dirugikan oleh keputusan wasit.
“Mereka ingin menyebarkan narasi palsu dan membuat penggemar percaya bahwa tim mereka diperlakukan tidak adil serta semua pihak menentang Real Madrid,” ujarnya.
Iturralde juga menyoroti perubahan sikap para pemain yang dinilainya semakin sering memprotes keputusan wasit, mulai dari pelanggaran hingga lemparan ke dalam.
“Real Madrid tidak banyak mengubah pemain dari musim lalu ke musim ini, tetapi sekarang mereka memprotes setiap pelanggaran dan setiap lemparan ke dalam,” katanya.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan era Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, dan Arbeloa, serta menilai pola protes yang diamatinya berkaitan dengan pendekatan kepelatihan.
“Hal ini terjadi pada era Ancelotti, tetapi Xabi Alonso dan Arbeloa tidak melakukannya, sedangkan bersama Mourinho, mereka melakukannya. Ini sesuatu yang telah dipelajari dan dirancang,” ujar Iturralde.
Mourinho Disorot Jelang El Clasico
Nama Jose Mourinho ikut menjadi pusat perdebatan karena reputasinya dalam menggunakan perang psikologis untuk membangun tekanan terhadap lawan maupun perangkat pertandingan.
Iturralde menilai situasi tersebut semakin sensitif karena kontroversi kasus Negreira belum sepenuhnya mereda dari perdebatan sepak bola Spanyol.
“Mourinho profesional dalam menciptakan ketegangan, dan dengan kasus Negreira yang belum terselesaikan, kontroversi semakin membesar,” kata Iturralde.
Ia menambahkan bahwa Mourinho pernah menggunakan pendekatan serupa ketika berkiprah di Portugal, Italia, dan Inggris.
“El Clasico akan berlangsung dua minggu lagi, dan kita memiliki sosok yang sangat ahli menciptakan ketegangan seperti Mourinho. Dia pernah melakukannya di Portugal, Italia, dan Inggris. Ini bukan hal baru,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan persaingan Real Madrid dan Barcelona dalam sorotan yang lebih luas, bukan hanya mengenai taktik permainan, tetapi juga pengaruh tekanan psikologis terhadap atmosfer pertandingan.
Performa Tim Juga Menjadi Persoalan
Di tengah polemik perwasitan, jurnalis Javier Herraiz mengungkapkan bahwa Real Madrid masih merasa dirugikan oleh keputusan wasit setelah menghadapi Villarreal.
Namun, persoalan internal klub tidak berhenti pada keputusan pengadil lapangan karena kualitas permainan tim juga disebut menjadi sumber kekhawatiran.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah perhatian terhadap kontroversi wasit justru berisiko mengalihkan fokus dari evaluasi performa dan pembenahan permainan.
Anton Meana, pembawa acara program Carrusel Deportivo, turut mempertanyakan prioritas Mourinho dalam menangani tim.
“Mourinho datang ke sini agar Real Madrid bermain sepak bola dengan lebih baik, tetapi juga agar kasus Negreira tetap menjadi topik pembicaraan setiap hari,” kata Meana.
Ia kemudian mengingatkan Mourinho agar lebih memusatkan perhatian pada peningkatan permainan tim ketimbang terus memperdebatkan kepemimpinan wasit.
“Dia seharusnya lebih memperhatikan bagaimana timnya bermain daripada bagaimana timnya diwasiti,” ujarnya.
El Clasico Berpotensi Diwarnai Tekanan Tinggi
Kontroversi ini menambah panas suasana menjelang duel klasik Real Madrid melawan Barcelona, yang selalu memiliki taruhan besar bagi kedua tim dan pendukungnya.
Meski tudingan Iturralde merupakan penilaian pribadi mantan wasit tersebut, pernyataannya memperlihatkan tajamnya perdebatan mengenai hubungan klub, media, dan perangkat perwasitan di Spanyol.
Pada akhirnya, perhatian publik akan tertuju pada kemampuan Real Madrid menjawab kritik melalui performa di lapangan, sementara keputusan wasit dalam El Clasico berpotensi kembali menjadi pusat perbincangan.***