Sedikitnya 40 orang tewas dan 119 lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah bar di resor ski Crans-Montana, Swiss, menurut keterangan otoritas setempat.
Kebakaran terjadi di bar Le Constellation pada dini hari Kamis, saat tempat tersebut dipenuhi warga Swiss dan wisatawan yang tengah merayakan Hari Tahun Baru. Api dilaporkan mulai muncul dari area basement, lalu dengan cepat merambat ke seluruh bangunan.
Jaksa setempat menyebut, berdasarkan penyelidikan awal, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari kembang api kecil (sparkler) yang dipasang pada botol sampanye dan dibawa terlalu dekat dengan langit-langit bar.
Presiden Swiss Guy Parmelin menyebut insiden ini sebagai “salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami Swiss.”
Hingga kini, sebagian besar korban tewas belum berhasil diidentifikasi. Media Italia menyebut seorang pegolf remaja asal Italia berusia 16 tahun sebagai korban pertama yang dikenali, meski identitas tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Swiss.
Korban dari Berbagai Negara
Keluarga para korban, khususnya remaja yang dilaporkan hilang, masih menunggu dengan penuh kecemasan kabar terbaru. Dari 40 korban meninggal dan enam korban luka, identitas mereka masih belum diketahui.
Otoritas Italia menyatakan enam warganya masih hilang, sementara Prancis melaporkan delapan warga negaranya belum ditemukan dan tidak menutup kemungkinan ada warga Prancis di antara korban tewas. Belgia juga mengonfirmasi satu warganya masih dinyatakan hilang.
Komandan polisi Frédéric Gisler menyampaikan bahwa 113 dari 119 korban luka telah berhasil diidentifikasi, dengan rincian sementara sebagai berikut:
-
71 warga Swiss
-
14 warga Prancis
-
11 warga Italia
-
4 warga Serbia
-
Masing-masing 1 warga Bosnia, Belgia, Luksemburg, Polandia, Portugal
Data tersebut masih dapat berubah seiring proses identifikasi lanjutan.
Pemerintah Australia turut mengonfirmasi satu warganya mengalami luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis. Banyak korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan masih berjuang untuk bertahan hidup, kata Presiden wilayah Valais, Mathias Reynard.
Klub sepak bola Prancis FC Metz juga mengungkapkan bahwa salah satu pemain mudanya mengalami luka bakar parah dan telah diterbangkan ke Jerman untuk perawatan intensif.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Jaksa Agung wilayah Valais, Béatrice Pilloud, mengatakan seluruh temuan awal mengarah pada sparkler yang dipasang pada botol sampanye sebagai sumber api.
“Semua indikasi menunjukkan api bermula dari lilin kembang api yang ditempelkan pada botol sampanye dan dibawa terlalu dekat ke langit-langit. Dari situ, api menyebar sangat cepat,” ujarnya kepada wartawan.
Penyidik telah memeriksa dua pengelola bar berkewarganegaraan Prancis serta sejumlah saksi yang berhasil menyelamatkan diri. Tim verifikasi media juga mengonfirmasi beredarnya foto-foto yang memperlihatkan botol sampanye dengan sparkler menyala di dalam bar, tepat sebelum kebakaran terjadi.
