JAKARTA – Pengurus Percasi DKI Jakarta periode 2025–2029 resmi dilantik di Balai Kota Jakarta, Jumat(17/10/2025), oleh Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto. Pelantikan yang disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini menandai dimulainya era baru pembinaan catur di ibu kota.
Hardiyanto Kenneth, yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Percasi DKI Jakarta pada Musyawarah Provinsi di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat (26 Juli 2025), langsung mendapat dua tantangan utama: mempertahankan gelar juara umum di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat (7–13 November 2025), serta melahirkan Grand Master (GM) baru dari Jakarta. Kenneth, anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, menggantikan Pandapotan Sinaga dan siap memimpin dengan visi ambisius.
Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya kontribusi Percasi DKI terhadap prestasi olahraga Jakarta, serta peran BUMD sebagai dewan pembina.
“Seperti kita ketahui bersama, Percasi DKI Jakarta selalu memberikan kontribusi dan prestasi yang baik bagi DKI Jakarta, termasuk dalam berbagai kejuaraan. Saya berharap, dalam Kejurnas ke depan yang akan diadakan di Mamuju Sulawesi Barat, Percasi DKI Jakarta harus tetap menjadi juara umum. Kepada Pak Kenneth dan kawan-kawan yang baru dilantik, saya berharap momentum baik ini terus dipertahankan. Kemudian di sini saya lihat juga hadir dari BUMD DKI Jakarta yang dalam kepengurusan Percasi DKI ini sebagai dewan pembina. Tolong, kegiatan Percasi ini harus terus didukung, biar kita bisa mempertahankan titel juara umum,” ujar Pramono.
Menanggapi tantangan tersebut, Kenneth optimistis menargetkan 10 medali emas dari 17 yang diperebutkan, meningkat dari enam emas di Kejurnas sebelumnya di Jakarta.
“Kejurnas sebelumnya diadakan di Jakarta, dan kita bisa menyabet enam medali emas. Mudah-mudahan dalam kepemimpinan saya bisa menambah empat lagi, menjadi 10 medali emas dari 17 medali emas yang tersedia. Target ini tentu tidak mudah, tapi kami optimis karena memiliki stok atlet muda potensial yang terus menunjukkan perkembangan luar biasa,” kata Kenneth.
Ia juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan DKI dan Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII.
Kenneth menekankan bahwa Kejurnas Mamuju bukan hanya soal gelar, tetapi menjadi bukti keberhasilan pembinaan catur Jakarta.
“Kami datang bukan hanya untuk mempertahankan gelar juara umum, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa pembinaan catur di Jakarta terus berkembang dan melahirkan bibit-bibit baru.”
Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, turut menambahkan pentingnya melahirkan Grand Master baru, mengingat Indonesia saat ini hanya memiliki empat GM aktif. Ia menyoroti potensi atlet muda seperti Zach Alexander Chong (9 tahun), juara nasional dari Jakarta.
“Jakarta selama ini dikenal sebagai gudang atlet-atlet catur nasional. Seperti yang kita saksikan hari ini, ada anak berusia sembilan tahun, Zach Alexander Chong, yang sudah menjadi juara nasional. Mudah-mudahan anak-anak seperti ini bisa tumbuh menjadi Grand Master. Karena itu, saya meminta Percasi DKI Jakarta untuk terus mendukung dan bisa memfasilitasi sepenuhnya,” kata Utut.
Strategi Persiapan dan Visi Jangka Panjang
Untuk menghadapi Kejurnas, Percasi DKI akan segera menggelar rapat kerja guna melakukan seleksi atlet dan pelatihan intensif. Kenneth menekankan komitmen kuat untuk melahirkan GM baru dengan dukungan dari Pemprov DKI dan PB Percasi.
“Selain mengejar prestasi, kami ingin menjadikan Kejurnas 2025 sebagai momentum melahirkan generasi baru pecatur Jakarta yang bisa mencapai level Grand Master. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PB Percasi Pusat, saya yakin DKI Jakarta akan terus menjadi lumbung pecatur berprestasi bagi Indonesia,” tegasnya.
Misi lain yang diusung termasuk memperjuangkan agar catur masuk dalam PON 2028 di NTT, memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menjaring bibit unggul, menggelar kompetisi lokal secara rutin, hingga mengirim atlet ke kawasan Eropa Timur untuk menambah jam terbang.
Koordinasi dengan PB Percasi, KONI DKI, dan berbagai pemangku kepentingan hingga 2026 disebut sebagai kunci keberhasilan. Kenneth pun mengajak seluruh pihak untuk solid menjaga ritme pembinaan.
Susunan Pengurus Percasi DKI Jakarta 2025–2029
Dewan Pelindung
Pramono Anung Wibowo
Dewan Pembina
- Rikardo
- Pandapotan Sinaga
- Arief Nasrudin
- Agus Haryoto Widodo
- Agus Himawan Widiyanto
- Welfizon Yuza
- Dodot Tri Widodo
- Pengurus Harian
Ketua Umum:
Hardiyanto Kenneth
Wakil Ketua
- Dimaz Raditya
- Hendri Wilman Gultom
Ketua Harian :
Jendri Sinaga
Sekretaris:
Achmad Hanif
Wakil Sekretaris:
Syaifullah
Bendahara :
Asnawi
Wakil Bendahara:
Muhammad Fahruddin
Seperti diketahui, Hardiyanto Kenneth resmi terpilih menjadi Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta periode 2025-2029. Ia terpilih secara aklamasi menggantikan seniornya, Pandapotan Sinaga, dalam Musyawarah Provinsi Percasi DKI Jakarta yang digelar di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Juli 2025.
Kent pun mengatakan, salah satu misinya adalah memperjuangkan agar cabang olahraga catur ini bisa dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk pembinaan atlet, Ia menargetkan kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Jakarta agar dapat menjaring bibit pecatur sejak dini. Tak hanya soal pembibitan, Kent juga akan menggencarkan kompetisi catur di tingkat lokal demi menambah jam terbang para atlet. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk mengirim atlet ke Eropa Timur untuk berlatih dan memperluas pengalaman.
Untuk itu, Percasi DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan PB Percasi Pusat, KONI DKI Jakarta, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperjuangkan posisi catur secara nasional. Ia menyebut, pihaknya masih memiliki waktu hingga tahun 2026 untuk mendorong penambahan cabang olahraga oleh KONI Pusat.
Kent pun mengajak seluruh jajaran pengurus, pelatih, dan pecatur DKI Jakarta untuk tetap solid, menjaga ritme pembinaan, dan bersama-sama memperjuangkan eksistensi catur di tingkat nasional.