JAKARTA – Harga perak pada tahun 2026 menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif. Setelah sempat mengalami kenaikan dalam beberapa waktu sebelumnya, harga perak kini cenderung mengalami penurunan baik di pasar global maupun di Indonesia. Kondisi ini membuat perak kembali menjadi perhatian para investor dan pelaku pasar komoditas.
Harga Perak Global Mengalami Koreksi
Dalam beberapa minggu terakhir, harga perak dunia mengalami tekanan dan bergerak turun dari level tertingginya. Pada perdagangan akhir Februari 2026, harga perak global turun sekitar US$1,06 atau sekitar 1,2% menjadi US$87,21 per ons setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu.
Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global, termasuk penguatan dolar Amerika Serikat serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral. Ketika dolar menguat, harga logam mulia seperti perak biasanya menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaannya menurun.
Selain itu, aksi jual oleh investor juga turut memberi tekanan pada harga perak. Setelah mengalami kenaikan yang cukup besar sebelumnya, sebagian pelaku pasar memilih mengambil keuntungan sehingga memicu koreksi harga di pasar komoditas.
Harga Perak di Indonesia Ikut Melemah
Pergerakan harga perak di Indonesia juga mengikuti tren pasar global. Harga perak domestik, khususnya produk perak batangan dari PT Aneka Tambang (Antam), mengalami beberapa kali penurunan sepanjang Februari hingga Maret 2026.
Pada 9 Maret 2026, harga perak tercatat turun sekitar Rp2.000 menjadi Rp51.100 per gram. Penurunan ini menunjukkan bahwa harga perak masih berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya sempat bergerak stabil.
Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, harga perak juga mengalami penurunan sebesar Rp2.900 sehingga berada di level Rp56.200 per gram. Penurunan tersebut terjadi setelah harga perak sempat mengalami kenaikan pada hari sebelumnya.
Penurunan harga yang cukup tajam juga pernah terjadi pada Februari 2026. Pada pertengahan bulan tersebut, harga perak Antam bahkan sempat turun ke kisaran Rp48.000 per gram, menunjukkan adanya tekanan yang cukup besar di pasar logam mulia.
Fluktuasi ini memperlihatkan bahwa harga perak di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar global serta perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Faktor Penyebab Turunnya Harga Perak
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan harga perak mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu faktor utama adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika dolar menguat, harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar, termasuk perak, cenderung mengalami tekanan. Hal ini karena harga tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Selain itu, perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga juga berpengaruh. Ketika kemungkinan penurunan suku bunga semakin kecil, investor cenderung beralih ke instrumen keuangan lain seperti obligasi atau deposito yang menawarkan imbal hasil lebih stabil.
Faktor lain yang memengaruhi harga perak adalah kondisi geopolitik dan ekonomi global. Ketegangan di beberapa wilayah dunia serta perubahan harga energi dapat memengaruhi sentimen pasar dan membuat investor lebih berhati-hati dalam melakukan investasi di komoditas.
Permintaan Industri Tetap Tinggi
Meskipun harga perak sedang mengalami penurunan, permintaan terhadap logam ini dari sektor industri masih tergolong tinggi. Perak banyak digunakan dalam berbagai teknologi modern karena memiliki kemampuan konduktivitas listrik dan panas yang sangat baik.
Beberapa industri yang menggunakan perak antara lain industri elektronik, kendaraan listrik, serta energi terbarukan seperti panel surya. Pertumbuhan sektor teknologi dan energi bersih membuat kebutuhan perak diperkirakan akan terus meningkat dalam jangka panjang.
Selain itu, perak juga masih diminati sebagai instrumen investasi karena harganya lebih terjangkau dibandingkan emas. Banyak investor melihat perak sebagai alternatif logam mulia yang memiliki potensi pertumbuhan di masa depan.
Pergerakan Harga yang Masih Fluktuatif
Melihat kondisi pasar saat ini, pergerakan harga perak diperkirakan masih akan bersifat fluktuatif. Harga dapat mengalami penurunan dalam jangka pendek karena faktor ekonomi global, kebijakan moneter, maupun perubahan nilai tukar mata uang.
Namun di sisi lain, permintaan industri yang terus meningkat serta minat investor terhadap logam mulia dapat menjadi faktor yang mendukung harga perak dalam jangka panjang.