JAKARTA – Tanggal 19 Juli menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting yang mengguncang dunia, dari kemenangan heroik pasukan Muslim di Andalusia hingga kasus kriminal yang menghebohkan Indonesia. Berikut rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi pada 19 Juli, dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, menghadirkan fakta menarik dan informatif untuk Anda.
Pertempuran Syudzunah: Gerbang Penaklukan Andalusia
Pada 19 Juli 711, pasukan Muslim di bawah komando Tariq bin Ziyad mencatatkan kemenangan gemilang dalam Pertempuran Syudzunah, yang juga dikenal sebagai Pertempuran Wadi Lakah atau Pertempuran Guadalete. Berlangsung di sekitar Sungai Guadalete, wilayah selatan Andalusia, pasukan Tariq berhasil mengalahkan pasukan Visigoth pimpinan Raja Roderic.
Dengan kekuatan 7.000 hingga 12.000 prajurit, pasukan Muslim hanya kehilangan sekitar 1.000–1.500 nyawa. Sementara itu, Raja Roderic yang mengerahkan 20.000–50.000 pasukan harus menelan kekalahan telak dengan korban jiwa mencapai 20.000–30.000 orang. Kemenangan tersebut tercatat sebagai jalan pembuka bagi pasukan Muslim untuk menaklukkan wilayah Andalusia. Kemenangan ini membuka jalan bagi kekuasaan Islam di Spanyol selama hampir delapan abad hingga 1492.
Perang Prancis-Prusia: Awal Dominasi Jerman
Pada 19 Juli 1870, dunia menyaksikan pecahnya Perang Prancis-Prusia, konflik besar yang melibatkan Kerajaan Prusia—sekutu Konfederasi Jerman Utara dan Jerman Selatan—melawan Prancis. Perang yang berlangsung hingga 10 Mei 1871 ini dimenangkan oleh Jerman, menandai langkah penting menuju unifikasi Jerman. Prancis mengerahkan 909.951 pasukan dengan korban jiwa mencapai 138.871, sementara Jerman dengan 1,2 juta pasukan kehilangan 28.208 nyawa. Perang ini tidak hanya mengubah peta politik Eropa, tetapi juga menjadi cikal bakal konflik global di masa depan.
Perang Dunia II: Roma Dibom Sekutu
Pada 19 Juli 1943, Roma, ibu kota Italia yang merupakan bagian dari Blok Poros (Jerman, Jepang, Italia), mengalami serangan udara pertama oleh pasukan Sekutu (Uni Soviet, Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok). Perang Dunia II, yang berlangsung dari 1939 hingga 1945, menjadi salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah dengan korban jiwa mencapai 50–70 juta orang. Pada tahun 1943, pihak Sekutu memang menguasai sejumlah medan pertempuran, menyoroti dominasi mereka dalam perang tersebut.
Tragedi di Indonesia: Pembunuhan Dirut PT Asaba
Di Indonesia, 19 Juli 2003 menjadi hari kelam dengan pembunuhan Direktur Utama PT Aneka Sakti Bhuana (Asaba), Boedyharto Angsono, bersama pengawalnya, Serda Edy Siyep, anggota Kopassus. Peristiwa tragis ini terjadi di depan lapangan basket Gelanggang Olahraga (GOR) Sasana Krida Pluit, Jakarta Utara, sekitar pukul 05.30 WIB. Boedyharto dan Serda Edy dibunuh di depan lapangan basket GOR Sasana Krida Pluit.
Empat oknum anggota Marinir, yang diduga sebagai pelaku, ditangkap polisi pada 31 Juli 2003, diikuti penahanan Gunawan Santoso pada 12 September 2003. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum militer dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan serta motif di balik pembunuhan tersebut.
Tanggal 19 Juli bukan sekadar hari biasa, melainkan cerminan peristiwa yang membentuk sejarah dunia dan Indonesia. Dari kemenangan strategis di medan perang hingga kasus kriminal yang mengguncang kepercayaan publik, peristiwa ini mengajarkan kita tentang dinamika kekuasaan, konflik, dan keadilan.