JAKARTA – Tanggal 23 September mencatat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah dunia. Mulai dari berdirinya sebuah kerajaan besar di Timur Tengah, pertempuran sengit Perang Dunia II, tragedi kemanusiaan di Irak, hingga wafatnya tokoh pejuang hak asasi manusia Indonesia. Berikut rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal tersebut.
1932: Lahirnya Kerajaan Arab Saudi Modern
Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud, pemimpin Kerajaan Hijaz dan Kerajaan Najd, berhasil mempersatukan kedua wilayah tersebut menjadi satu negara berdaulat bernama Kerajaan Arab Saudi. Negara ini kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan Teluk dan dunia Islam. Tanggal 23 September diperingati sebagai Hari Nasional Arab Saudi, menandai awal era modern negara penghasil minyak terbesar di dunia itu.
1942: Bentrokan Sengit Pasukan Jepang dan Amerika Serikat di Guadalcanal
Dalam Perang Pasifik pada Perang Dunia II, pasukan Kekaisaran Jepang terlibat pertempuran sengit dengan tentara Amerika Serikat di sekitar Sungai Matanikau, Pulau Guadalcanal, Kepulauan Solomon. Jepang sempat menguasai situasi pada fase awal pertempuran. Namun, serangan balasan Amerika Serikat pada awal Oktober berhasil memukul mundur pasukan Jepang dan menjadi titik balik penting dalam Kampanye Guadalcanal bagi Sekutu.
2006: Tragedi Bom Truk Minyak di Baghdad
Ledakan bom besar mengguncang Baghdad, Irak, setelah sebuah truk pengangkut minyak diledakkan. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik sektarian antara kelompok Sunni dan Syiah selama bulan Ramadan, memperparah kondisi keamanan Irak pasca-invasi Amerika Serikat.
2015: Indonesia Kehilangan Adnan Buyung Nasution
Indonesia berduka atas wafatnya Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution pada 23 September 2015 di Jakarta, dalam usia 81 tahun. Tokoh kelahiran Batavia, 20 Juli 1934 itu dikenal sebagai pengacara senior sekaligus aktivis hukum terkemuka.
Adnan Buyung Nasution merupakan pendiri Lembaga Bantuan Hukum, lembaga perintis bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang hukum pada periode 2007 hingga 2009. Kiprahnya meninggalkan warisan besar dalam perjuangan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pengingat betapa satu tanggal dapat memuat beragam dinamika sejarah, mulai dari konflik global hingga perjuangan individu dalam menegakkan keadilan.