- 1905: Gempa Kangra Hancurkan India, Tewaskan Lebih dari 20.000 Jiwa
- 1928: Pulau Miangas Resmi Milik Hindia Belanda, Kini Bagian Indonesia
- 1949: NATO Didirikan, Aliansi Pertahanan Atlantik Utara Lahir
- 1952: Kabinet Wilopo di Era Demokrasi Liberal Indonesia
- 1968: Pembunuhan Martin Luther King Jr., Simbol Perjuangan Hak Sipil
JAKARTA – Tanggal 4 April menyimpan sejumlah momen penting dalam sejarah dunia yang patut direfleksikan. Mulai dari bencana alam mematikan, keputusan arbitrase internasional yang menentukan wilayah kedaulatan, pendirian aliansi militer global, hingga pembunuhan tragis tokoh perjuangan hak asasi manusia. Berikut rangkuman peristiwa bersejarah pada tanggal ini berdasarkan catatan sejarah terverifikasi.
1905: Gempa Kangra Hancurkan India, Tewaskan Lebih dari 20.000 Jiwa
Salah satu gempa bumi terdahsyat di awal abad ke-20 melanda Lembah Kangra, Distrik Kangra, Himachal Pradesh, India yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan India Britania, pada 4 April 1905. Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo ini menghancurkan kota-kota seperti Kangra, McLeodganj, dan Dharamshala. Lebih dari 20.000 orang tewas, ribuan bangunan runtuh, serta terjadi kerusakan parah pada infrastruktur irigasi pegunungan. Pasca-bencana, upaya pencegahan dan rekonstruksi segera dilakukan untuk meminimalkan korban lanjutan.
1928: Pulau Miangas Resmi Milik Hindia Belanda, Kini Bagian Indonesia
Pulau Miangas, pulau terluar Indonesia di utara yang berbatasan langsung dengan Filipina, pernah menjadi objek sengketa wilayah internasional. Pulau yang dikenal sebagai Isla de las Palmas di peta Filipina ini diklaim Manila sejak 1891, sementara Belanda telah menguasainya sejak abad ke-17. Pada 4 April 1928, hakim Max Huber dari Mahkamah Arbitrase Internasional memutuskan bahwa Miangas secara sah merupakan wilayah Hindia Belanda, yang kini menjadi bagian dari Indonesia. Putusan ini memperkuat kedaulatan Indonesia atas pulau strategis yang hingga kini rawan isu perbatasan, terorisme, dan penyelundupan.
1949: NATO Didirikan, Aliansi Pertahanan Atlantik Utara Lahir
Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) resmi berdiri melalui penandatanganan Perjanjian Atlantik Utara di Washington DC pada 4 April 1949. Aliansi ini dibentuk oleh 12 negara pendiri, termasuk Amerika Serikat, sebagai respons terhadap ancaman ekspansi Uni Soviet pasca-Perang Dunia II. Pasal utama dalam perjanjian tersebut, yakni Pasal V, menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota, dengan hak pembelaan diri sesuai Piagam PBB. Hingga kini, NATO tetap menjadi pilar utama keamanan kolektif dunia Barat.
1952: Kabinet Wilopo di Era Demokrasi Liberal Indonesia
Di Indonesia, tanggal 4 April 1952 menandai pembentukan Kabinet Wilopo, hasil koalisi antara Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Wilopo dari PNI menjabat sebagai Perdana Menteri, sementara Sultan Hamengkubuwono IX dipercaya sebagai Menteri Pertahanan. Kabinet ini menjadi salah satu pemerintahan penting pada masa demokrasi liberal, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan dinamika politik internal.
1968: Pembunuhan Martin Luther King Jr., Simbol Perjuangan Hak Sipil
Pemimpin hak sipil Amerika Serikat, Martin Luther King Jr., tewas ditembak pada 4 April 1968 di Memphis, Tennessee. Pendeta Baptis berusia 39 tahun ini tengah mendukung aksi mogok pekerja sanitasi ketika ditembak di balkon Motel Lorraine oleh James Earl Ray. Martin Luther King Jr. dikenal sebagai tokoh utama perlawanan non-kekerasan terhadap segregasi rasial, terinspirasi oleh ajaran Mahatma Gandhi. Ia meraih Nobel Perdamaian pada 1964 atas perjuangannya melawan ketidaksetaraan ras. Menjelang akhir hayatnya, King semakin vokal mengangkat isu kemiskinan, segregasi perumahan, penentangan terhadap Perang Vietnam, serta merencanakan Poor People’s Campaign.
Beragam peristiwa tersebut menunjukkan bahwa tanggal 4 April sarat dengan pelajaran sejarah, mulai dari dampak dahsyat bencana alam, pentingnya diplomasi internasional, lahirnya aliansi global, hingga perjuangan panjang dalam menegakkan hak asasi manusia.