JAKARTA – Tanggal 14 Januari menyimpan beragam catatan sejarah penting, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga aksi terorisme yang mengguncang ibu kota. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal ini, baik di tingkat internasional maupun nasional Indonesia.
Pengakuan Kedaulatan Amerika Serikat (1784)
Pada 14 Januari 1784, Kongres Konfederasi Amerika Serikat secara resmi meratifikasi Traktat Paris yang menandai berakhirnya Perang Revolusi Amerika (1775–1783). Perjanjian tersebut mengakui kemerdekaan penuh Amerika Serikat dari Kerajaan Britania Raya.
Perang yang awalnya merupakan pemberontakan koloni terhadap Inggris berkembang menjadi konflik global dengan keterlibatan Prancis, Spanyol, dan Belanda sebagai sekutu Amerika. Kemenangan ini menghasilkan pengakuan kedaulatan atas wilayah yang membentang dari Kanada di utara, Florida di selatan, hingga Sungai Mississippi di barat. Ratifikasi Traktat Paris menjadi tonggak penting dalam pembentukan negara modern Amerika Serikat.
Serangan Teroris di Hotel Serena, Kabul (2008)
Pada 14 Januari 2008, Hotel Serena di Kabul, Afganistan, diserang oleh kelompok Taliban. Hotel mewah yang kerap menjadi tempat menginap warga internasional itu diserang di area gym dan spa, menewaskan enam orang.
Salah satu korban adalah jurnalis asal Norwegia, Carsten Thomassen, dari surat kabar Dagbladet. Serangan terjadi saat delegasi Menteri Luar Negeri Norwegia, Jonas Gahr Støre, menginap di hotel tersebut. Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, yang menyoroti tingginya ancaman keamanan terhadap warga sipil dan pekerja internasional di Afganistan saat itu.
Tragedi Bom Sarinah–Thamrin, Jakarta (2016)
Peristiwa kelam dalam sejarah modern Indonesia terjadi pada 14 Januari 2016. Serangkaian bom bunuh diri disertai aksi penembakan mengguncang kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Serangan dimulai sekitar pukul 10.40 WIB dengan ledakan pertama di dekat gerai Starbucks Menara Cakrawala, disusul ledakan di pos polisi terdekat. Para pelaku kemudian melakukan penembakan terhadap warga dan aparat keamanan, yang memicu baku tembak dengan polisi.
Sebanyak delapan orang tewas, termasuk empat pelaku, serta 24 orang lainnya luka-luka, di antaranya anggota kepolisian. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang melibatkan tujuh pelaku tersebut.
Otak di balik aksi teror ini adalah Aman Abdurrahman, pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS. Meski saat itu berada di dalam penjara, ia diduga mengendalikan serangan dari balik jeruji besi dan kemudian divonis hukuman mati.
Peristiwa yang dikenal sebagai Bom Sarinah atau Bom Thamrin ini menjadi pengingat pahit akan ancaman terorisme di Indonesia, sekaligus menunjukkan respons cepat dan ketangguhan aparat keamanan dalam mengendalikan situasi.
Tanggal 14 Januari menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya berisi kemenangan dan kemajuan, tetapi juga perjuangan melawan kekerasan demi menjaga perdamaian dan keamanan bersama.