Lampu-lampu di kawasan Cipageran, Kota Cimahi, terasa lebih redup malam ini. Isak tangis yang pecah menyambut kedatangan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih. Sang ksatria penjaga perdamaian, Mayor Anumerta Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, akhirnya pulang ke pelukan keluarga setelah menuntaskan tugas sucinya di Lebanon.
Suasana hening di Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, seketika berubah menjadi duka mendalam saat iring-iringan mobil jenazah TNI tiba pukul 21.15 WIB, Sabtu (4/4/2026). Mayor Anumerta Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, salah satu putra terbaik bangsa yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon, telah kembali ke rumah duka.
Keluarga yang telah menunggu sejak petang tak kuasa menahan bendungan air mata saat peti jenazah diturunkan oleh rekan-rekan sejawat almarhum. Pelukan hangat dan doa-doa lirih mengiringi langkah masuk sang Mayor ke dalam rumah untuk terakhir kalinya.
Rencananya, pahlawan perdamaian ini akan dilepas dengan upacara militer menuju tempat peristirahatan abadi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (5/4/2026). Mayor Zulmi akan dimakamkan di Blok C1, bersandingan dengan para tokoh militer besar lainnya.
Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang sebelumnya telah melayat ke rumah duka bersama sang istri, menegaskan bahwa negara memberikan penghormatan setinggi-tingginya. Selain hak-hak santunan sesuai aturan, almarhum juga dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas dedikasinya di medan tugas yang berbahaya.
“Almarhum dan prajurit lainnya yang gugur adalah kebanggaan kita. Mereka mendapatkan hak-haknya dan kenaikan pangkat sebagai bentuk apresiasi negara atas keberanian mereka,” tegas Panglima TNI.
Misi Suci yang Menantang Maut
Mayor Zulmi merupakan bagian dari 756 prajurit Pasukan Garuda yang bertaruh nyawa di Lebanon Selatan sejak tahun 2025. Namun, eskalasi konflik yang memanas merenggut nyawanya pada Senin (30/3) akibat ledakan misterius yang menghantam konvoi logistiknya.
Insiden tragis ini juga merenggut nyawa dua rekan lainnya, Praka Farizal Rhomadhon dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, dalam kurun waktu yang berdekatan. Hingga saat ini, situasi di Lebanon masih mencekam setelah laporan adanya tiga prajurit TNI lainnya yang terluka akibat ledakan susulan pada Jumat kemarin.
Kini, tugas sang Mayor telah purna. Selamat jalan, Mayor Anumerta Zulmi. Namamu akan selalu harum dalam sejarah perjuangan perdamaian dunia di bawah panji Merah Putih.