Serial fiksi ilmiah unggulan Netflix, “Stranger Things,” resmi kembali dengan musim terakhirnya pada 26 November dan langsung mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah platform, lima musim sekaligus berada dalam Top 10 global Netflix secara bersamaan.
Prestasi ini sudah terlihat bahkan sebelum penayangan perdana. Pada periode 17–23 November, keempat musim sebelumnya kembali meroket ke daftar Top 10. Season 1 melonjak ke peringkat No. 3 dengan 4,1 juta penayangan, disusul Season 4 di No. 5 dengan 3,3 juta penayangan.
Season 2 dan 3 masing-masing menempati posisi No. 7 dan No. 9 dengan 3,1 juta penayangan. Setelah empat episode pertama Season 5 dirilis pada 27 November, musim terbaru tersebut langsung masuk ke jajaran teratas dan menempati posisi No. 2 global.
Antusiasme Pecah Rekor, Netflix Sempat Crash
Tingginya permintaan sempat membuat layanan Netflix down pada 26 November pukul 17.00 PT. Layanan terhenti selama tiga menit, dan sebagian pengguna mengalami gangguan lebih lama. Ini menjadi kedua kalinya “Stranger Things” membuat Netflix crash, setelah insiden serupa saat penayangan finale Season 4 pada Juli 2022.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengguna, co-creator Ross Duffer mengungkapkan bahwa Netflix telah meningkatkan kapasitas bandwidth hingga 30 persen.
Model rilis bertahap—empat episode pertama pada malam Thanksgiving, tiga episode berikutnya saat Hari Natal, dan episode finale pada malam Tahun Baru—dirancang agar hype budaya tetap terjaga selama musim liburan.
Respons Campuran: Rating Kritikus Turun, Penggemar Justru Lebih Antusias
Episode pembuka musim terakhir mendapat skor kritikus terendah dalam sejarah serial di Rotten Tomatoes, yakni 85–87 persen, jauh di bawah 97 persen pada Season 1.
Namun di sisi lain, penonton justru menyambut lebih positif, memberikan skor 92 persen, pertama kalinya rating penonton melampaui kritikus dengan selisih besar.
Ulasan menyebut Season 5 menghadirkan skala cerita yang ambisius dan momen emosional yang kuat, meski beberapa mengkritik tempo cerita dan durasi episode yang mencapai 57–86 menit.
Season 4 masih memegang rekor sebagai serial berbahasa Inggris terpopuler ketiga sepanjang sejarah Netflix dengan 140,7 juta penayangan dalam 91 hari pertama.
Analis memprediksi Season 5 berpotensi menambah pendapatan hingga US$200 juta, memperkuat perkiraan nilai waralaba mencapai US$1 miliar.