JAKARTA – Pesawat militer Amerika Serikat kedua jatuh di kawasan Teluk Persia pada Jumat (3/4/2026), kali ini di dekat Selat Hormuz. Pilot berhasil diselamatkan, menurut laporan media AS yang mengutip pejabat terkait.
The New York Times melaporkan, pesawat A-10 Warthog—jet serang darat yang biasa digunakan untuk mendukung operasi pasukan di medan tempur—jatuh dalam kondisi yang belum jelas.
Iran melalui Korps Garda Revolusi mengonfirmasi penembakan pesawat tersebut. Kantor berita Tasnim menyebut A-10 jatuh ke perairan sekitar jalur strategis Hormuz.
A-10 dikenal sebagai pesawat dukungan udara jarak dekat dengan daya tahan tinggi, dilengkapi meriam GAU-8 Avenger 30mm yang efektif menghancurkan kendaraan lapis baja dan posisi darat.
Insiden ini terjadi hampir bersamaan dengan jatuhnya jet tempur AS lain di Iran tengah. CBS News melaporkan, satu kru berhasil diselamatkan sementara satu lainnya masih hilang. Kedua pilot disebut sempat melontarkan diri sebelum pesawat jatuh.
Gedung Putih mengonfirmasi insiden tersebut. Juru bicara Karoline Leavitt menyatakan Presiden Donald Trump telah mendapat pengarahan. Kepada NBC News, Trump menegaskan jatuhnya jet tidak akan memengaruhi negosiasi dengan Iran. “Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang berperang,” katanya.
Peristiwa ini menandai pesawat AS pertama yang ditembak jatuh Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari. Sebelumnya, tiga jet F-15 hilang akibat tembakan salah sasaran pertahanan udara Kuwait, dengan seluruh awak berhasil menyelamatkan diri.