SULSEL – Pesawat ATR 42-500 milik operator Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dipastikan telah melalui seluruh prosedur keberangkatan secara lengkap dan sesuai standar keselamatan penerbangan.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada pukul 08.08 WIB, Sabtu pagi, dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Total terdapat 10 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari awak kabin dan penumpang.
General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan bahwa proses keberangkatan pesawat berjalan normal tanpa catatan khusus.
“Operatornya dari Indonesia Air Transport. Tadi pagi memang berangkat dari Bandara Adisutjipto pukul 08.08 WIB saat lepas landas,” kata Wibowo dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan keberangkatan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan penumpang dan barang melalui X-Ray, Security Check Point (SCP), hingga proses di ruang tunggu dan boarding menuju Makassar berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, kondisi cuaca juga menjadi perhatian dalam insiden ini. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyampaikan informasi awal terkait cuaca di sekitar lokasi kejadian.
“Informasi awal menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan,” ujar Lukman.
Meskipun cuaca dilaporkan relatif baik dengan jarak pandang yang masih memadai, pihak berwenang tetap melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan tidak ada faktor lain yang berkontribusi terhadap hilangnya kontak pesawat.
Saat ini, Basarnas Makassar bersama tim gabungan dari TNI, Polri, KNKT, dan otoritas penerbangan terus melakukan operasi pencarian di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Koordinat terakhir yang diterima menunjukkan posisi pesawat berada di sekitar 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, sebelum sinyal hilang pada pukul 13.17 WITA.
Hingga malam ini, operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan tim darat, penggunaan drone, serta permintaan dukungan helikopter. Belum ada informasi resmi terkait temuan puing pesawat maupun kondisi para penumpang dan kru.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan terbaru terkait operasi SAR dan penyelidikan insiden pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar ini.
Berikut nama-nama kru dan penumpang yang tercatat dalam manifest penerbangan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan pada 17 Januari 2026:
Kru Penerbangan
- Kapten Andy Dahananto (Pilot)
- First Officer Yudha Mahardika
- Sukardi
- Hariadi
- Franky D. Tanamal
- Junaidi
- Florencia Lolita (Awak Kabin)
- Esther Aprilita S. (Awak Kabin)
Penumpang
- Deden
- Ferry
- Yoga
Total manifest yang beredar mencatat 11 orang di pesawat (8 kru + 3 penumpang)
