Sebuah pesawat komersial milik maskapai negara Kolombia, Satena, mengalami kecelakaan tragis di wilayah pegunungan Provinsi Norte de Santander pada Rabu (28/1/2026). Seluruh 15 orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia, termasuk dua tokoh politik nasional, yang memicu duka mendalam di Kolombia.
Pesawat Beechcraft 1900D bernomor registrasi HK-4709 tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Camilo Daza, Kota Cúcuta, pada pukul 11.42 waktu setempat dengan tujuan Ocaña. Penerbangan ini seharusnya hanya berlangsung sekitar 23 menit, namun kontak dengan menara pengawas terputus pada pukul 11.54, atau sekitar 12 menit setelah keberangkatan.
Pencarian Berakhir dengan Kabar Duka
Upaya pencarian besar-besaran langsung dilakukan dengan melibatkan Angkatan Udara Kolombia serta tim penyelamat setempat. Setelah berjam-jam pencarian di medan yang sulit, puing-puing pesawat akhirnya ditemukan di kawasan terpencil Curasica, Munisipalitas La Playa de Belén.
Kementerian Transportasi Kolombia menyampaikan pernyataan resmi bahwa tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut. Gubernur Norte de Santander, William Villamizar, mengungkapkan bahwa tujuh jenazah berhasil dievakuasi pada tahap awal, sementara proses pemulihan korban lainnya terus dilakukan.
Kondisi geografis berupa pegunungan curam dan hutan lebat menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat dalam mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian.
Tokoh Politik Nasional Jadi Korban
Di antara para korban terdapat Diógenes Quintero (36), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kolombia yang mewakili wilayah Catatumbo. Ia terpilih pada Pemilu 2022 sebagai salah satu dari 16 anggota parlemen khusus yang mewakili jutaan korban konflik bersenjata selama puluhan tahun di Kolombia.
Kursi parlemen tersebut merupakan bagian dari perjanjian damai bersejarah tahun 2016 antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya FARC. Partai U, partai politik Quintero, menyebutnya sebagai sosok pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi terhadap masyarakat di wilayahnya.
Selain Quintero, Carlos Salcedo, seorang calon anggota kongres yang tengah bersiap menghadapi pemilihan legislatif pada Maret mendatang, juga menjadi korban dalam kecelakaan ini.
Investigasi Kecelakaan Dimulai
Menteri Transportasi Kolombia, María Fernanda Rojas, mengonfirmasi bahwa Direktorat Investigasi Kecelakaan Pesawat dari Otoritas Penerbangan Sipil telah memulai proses penyelidikan. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui.
Wilayah sekitar Cúcuta dikenal memiliki kondisi cuaca yang cepat berubah serta tantangan keamanan, mengingat sebagian daerah berada di bawah pengaruh kelompok gerilyawan ELN.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Ia menyatakan duka mendalam dan menyampaikan simpati kepada keluarga para korban yang ditinggalkan.