JAKARTA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga membakar pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY di Lapter Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026). Insiden tersebut menjadi perhatian serius karena menyasar penerbangan perintis yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
TNI memastikan peristiwa tersebut memang terjadi dan saat ini tengah memperkuat pengamanan di lokasi, sekaligus memverifikasi informasi mengenai dugaan pilot yang menjadi korban dalam penyerangan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, mengatakan pihaknya telah menerima laporan awal terkait pembakaran pesawat sipil tersebut. Namun, ia menegaskan informasi mengenai korban belum dapat dipastikan karena masih dalam proses verifikasi.
“Perlu saya sampaikan bahwa berdasarkan laporan awal yang kami terima, benar telah terjadi pembakaran pesawat sipil AMA PK-RCY di Yahukimo. Namun, informasi mengenai dugaan korban pilot masih dalam proses verifikasi,” ujar Brigjen Muhammad Nas kepada wartawan (2/7/2026)
Menurutnya, TNI segera mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan di sekitar lokasi kejadian.
“TNI telah menyiagakan pasukan, meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut, serta berkoordinasi dengan aparat terkait,” tegasnya.
Kronologi Dugaan Penyerangan
Berdasarkan laporan awal otoritas penerbangan, pesawat PT AMA PK-RCY menjalankan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapter Balinggama pada Kamis pagi.
Pesawat yang dikendalikan pilot Nicholas F. Goselin lepas landas dari Bandara Wamena pada pukul 06.27 WIT dan mendarat di Lapter Balinggama sekitar pukul 06.47 WIT. Dalam penerbangan tersebut terdapat tujuh orang penumpang.
Situasi dilaporkan berubah tidak lama setelah pesawat berhenti di area lapter. Berdasarkan informasi awal yang diterima otoritas penerbangan, sekelompok orang yang diduga merupakan anggota KKB melakukan penyerangan terhadap pesawat.
Dalam insiden tersebut, pesawat dilaporkan dibakar. Selain itu, beredar informasi awal yang menyebut pilot menjadi korban. Meski demikian, aparat keamanan maupun otoritas penerbangan hingga kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta di lapangan sebelum menyampaikan keterangan resmi.
Laporan Diterima Tiga Jam Setelah Pesawat Mendarat
Informasi mengenai insiden itu baru diterima otoritas penerbangan sekitar tiga jam setelah pesawat mendarat di Balinggama.
Laporan pertama diterima Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena pada pukul 09.39 WIT dari Manajer PT AMA, Mario, yang mengabarkan telah terjadi insiden di Lapter Balinggama.
Setelah menerima laporan tersebut, koordinasi intensif langsung dilakukan antara operator penerbangan, penyelenggara bandara, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi di lokasi kejadian.
Nasib Tujuh Penumpang Masih Didalami
Selain menyelidiki kronologi penyerangan, perhatian pemerintah juga tertuju pada keselamatan tujuh penumpang yang berada di dalam pesawat saat insiden terjadi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai apakah seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi maupun bagaimana kondisi mereka setelah kejadian.
Otoritas penerbangan menyatakan proses pendataan dan verifikasi masih terus berlangsung agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat. Koordinasi dengan aparat keamanan, operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi para penumpang sekaligus perkembangan situasi di lapangan.
Penerbangan Perintis Berperan Vital di Papua Pegunungan
Peristiwa di Yahukimo kembali menunjukkan tingginya tantangan operasional penerbangan perintis di wilayah pegunungan Papua.
Bagi banyak daerah terpencil, transportasi udara merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga distribusi bahan kebutuhan pokok.
Karena itu, setiap gangguan terhadap operasional penerbangan perintis tidak hanya membahayakan keselamatan awak pesawat dan penumpang, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas masyarakat yang bergantung pada layanan transportasi udara.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian sambil mendalami kronologi penyerangan. Pemerintah juga terus menghimpun informasi guna memastikan penyebab insiden, kondisi awak dan penumpang, serta perkembangan situasi keamanan di Lapter Balinggama.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil verifikasi identitas korban maupun perkembangan proses evakuasi dari lokasi kejadian. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi yang telah melalui proses verifikasi agar tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.