Presiden Donald Trump memicu kontroversi besar saat berpidato di hadapan para pemimpin dunia dalam ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu waktu setempat. Pidato berdurasi hampir satu jam itu diwarnai serangan terbuka terhadap sekutu-sekutu Eropa, sejumlah kesalahan faktual, hingga sindiran personal yang memancing kegemparan, tawa canggung, dan aksi walk out dari sebagian peserta di ruang sidang yang penuh sesak.
Pidato tersebut menjadi klimaks dari ketegangan berhari-hari menyusul pernyataan Trump soal keinginannya agar Amerika Serikat mengakuisisi Greenland dari Denmark.
Dalam penyampaiannya, Trump berulang kali keliru menyebut Greenland sebagai “Iceland”, serta melontarkan klaim-klaim yang dinilai menyesatkan terkait NATO, ekonomi global, dan sejarah Perang Dunia II, menurut sejumlah pemeriksa fakta internasional.
Salah Sebut Greenland dan Kritik Tajam ke NATO
Sepanjang pidato, Trump berulang kali menyebut “Iceland” ketika merujuk pada Greenland, bahkan saat menegaskan ambisinya terhadap wilayah Arktik tersebut.
“Mereka tidak mendukung kita soal Iceland,” ujar Trump saat menyinggung NATO.
“Pasar saham kita turun kemarin karena Iceland,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menuai kebingungan di antara audiens. Gedung Putih kemudian membela Trump dengan menyebut naskah pidato tertulis menggunakan frasa “sepotong es”, meski rekaman video menunjukkan Trump secara eksplisit menyebut “Iceland”.
Trump juga mengklaim Amerika Serikat “mengembalikan Greenland kepada Denmark” setelah Perang Dunia II—klaim yang dinilai menyesatkan karena AS tidak pernah secara resmi memiliki wilayah tersebut. Meski menolak opsi penggunaan kekuatan militer, Trump menyampaikan peringatan tersirat:
Sindiran Personal Picu Reaksi Terkejut
Selain isu geopolitik, Trump melontarkan komentar personal terhadap sejumlah pemimpin dunia. Ia menyindir Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sehari sebelumnya mengenakan kacamata hitam aviator karena kondisi medis pada matanya.
“Saya melihatnya kemarin, dengan kacamata hitam yang indah itu. Apa yang sebenarnya terjadi?” ujar Trump, disambut tawa canggung peserta.
Trump juga menyerang Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang sebelumnya mendapat standing ovation atas pidatonya yang menyinggung dominasi kekuatan besar.
“Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, lain kali kamu bicara,” kata Trump, memicu keheningan dan ekspresi terkejut di dalam ruangan.
Di ruang tambahan, sejumlah peserta dilaporkan tertawa, terdiam, hingga memilih meninggalkan acara. “Kalau ada orang berbicara seperti itu di pesta pernikahan, mikrofonnya pasti langsung dimatikan,” celetuk seorang pengamat.
Respons Keras dari Eropa
Reaksi keras datang dari pejabat Eropa. Menteri Energi Swedia, Ebba Busch, menegaskan bahwa Eropa tidak bisa ditekan dengan logika bisnis sepihak.
“Kami berbisnis demokrasi, bukan merger dan akuisisi. Kami tidak akan diperas,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom menyebut pidato Trump “sangat mengejutkan” bagi audiens internasional dan berpotensi merusak hubungan AS–Eropa.
“Kerusakannya luar biasa. Itulah yang membuat pidato ini terasa menyedihkan. Apa sebenarnya tujuan semua ini?”