Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan kabel bawah laut yang tertanam di dasar perairan Selat Bali dalam kondisi aman dan tidak terganggu oleh objek logam besar yang diduga sebagai bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Objek tersebut berada sekitar 3,6 kilometer dari posisi kabel yang menyalurkan listrik ke Pulau Bali.
Berdasarkan hasil terbaru pencitraan sonar dari KRI Spica milik TNI Angkatan Laut, objek logam besar yang diduga sebagai bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan berada sejauh 3,6 kilometer dari jalur kabel bawah laut milik PLN.
Informasi ini terungkap dalam koordinasi SAR gabungan dengan PLN di Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis lalu.
Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan objek logam besar yang hanya berjarak 30 meter dari jalur kabel bawah laut dan sempat dicurigai sebagai bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Namun, setelah dilakukan pendeteksian dan pengkajian ulang, objek tersebut hanya berukuran 3 x 14 meter dan dipastikan bukan bangkai kapal.
PLN menyatakan bahwa kabel bawah laut di Selat Bali sejauh ini masih aman. PLN terus mengumpulkan informasi dari temuan tim SAR gabungan untuk mengantisipasi kemungkinan pergeseran objek besar akibat arus laut atau faktor lainnya. Langkah ini diambil agar PLN dapat segera mengambil tindakan antisipatif guna mencegah terjadinya pemadaman listrik di Pulau Bali.
Laporan tim liputan Garuda TV dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Caption | Admin: Farraa
???? Jangan lupa LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE untuk update terbaru seputar informasi terbaru dari Garuda TV!
???? Aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan video terbaru dari kami!