Jagat media sosial dan ruang obrolan warga Tangerang Raya hingga Jakarta mendadak mencekam dalam sepekan terakhir. Isu liar mengenai kemunculan sosok berkafan putih alias pocong beredar masif. Tidak tanggung-tanggung, narasinya berkembang dari hantu yang nongkrong di pinggir jalan, modus baru komplotan perampok, hingga rumor pocong jadi-jadian yang membawa golok untuk membegal warga.
Namun, setelah jajaran kepolisian turun tangan melakukan penelusuran intensif di lapangan, teror mistis yang bikin bulu kuduk berdiri ini dipastikan 100 persen kosong alias hoaks.
Misteri Pocong Rajeg: Isu Rampok Berkedok Mistis Nyatanya Nihil
Kehebohan awal bermula dari wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Sebuah unggahan viral mengeklaim adanya modus kriminalitas baru di mana pelaku menyamar menjadi pocong. Tujuannya adalah menakut-nakuti pemilik rumah agar panik, membuka pintu, lalu merampoknya.
Menanggapi kepanikan warga, Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah langsung mengerahkan anggotanya untuk menyisir lokasi kejadian. Hasilnya? Nihil. Tidak ada laporan korban maupun penampakan fisik pelaku di lapangan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, namun jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi,” tegas Kombes Andi Indra, Selasa (19/5/2026).
Pocong Ciputat Timur: Suka Nongkrong dan Beli Minuman di Warung
Isu pocong berlanjut dan bergeser ke kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Di platform Threads, netizen heboh mengaku melihat dua sampai tiga pocong sedang duduk santai di Jalan Haji Gadung Raya dan area kos-kosan dekat Kompleks Pertamina.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, bergerak cepat menemui warga sekitar untuk menguak misteri ini. Hasil investigasi polisi justru mengundang senyum. Sosok putih yang dikira hantu gentayangan itu ternyata adalah sekelompok pengamen kreatif yang sedang melakukan cosplay (berkostum) pocong.
Fakta kocak ini diperkuat oleh kesaksian Nur, seorang penjaga warung kelontong setempat. Ia membenarkan bahwa “pocong-pocong” tersebut kerap mampir ke warungnya saat malam hari, bukan untuk menakuti warga, melainkan untuk melepas lelah.
“Iya benar, ada dua orang. Mereka tidak ngapa-ngapain, cuma nongkrong di samping warung buat istirahat dan beli minuman. Sudah sekitar tiga kali ke sini pakai kostum pocong,” cerita Nur sambil tertawa.
Hoaks Pocong Bergolok dan Teror di Kalideres
Ketegangan sempat memuncak saat layanan hotline Polsek Ciputat Timur menerima laporan adanya pocong membawa golok yang telah membacok warga di sebuah lapangan bola pada Kamis (21/5/2026) malam. Polisi langsung melakukan patroli darurat ke titik lokasi. Lagi-lagi, hasilnya zonk. Menariknya, saat polisi mencoba menghubungi kembali nomor si pelapor untuk meminta klarifikasi, nomor ponsel misterius tersebut langsung tidak aktif.
Demikian pula dengan isu serupa yang merembes ke Jakarta Barat. Foto pocong yang dinarasikan meneror rumah warga di Kalideres dipastikan oleh Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang sebagai berita bohong setelah tim Reskrim mengecek lokasi.
Pihak kepolisian di seluruh wilayah mengimbau keras agar netizen lebih bijak dan menerapkan formula check and recheck sebelum menyebarkan konten sensitif yang dapat memicu kegaduhan publik di dunia nyata.