OTTAWA, KANADA – Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan komitmen tegas negaranya untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika tokoh tersebut memasuki wilayah Kanada. Pernyataan ini menjadi sorotan global di tengah ketegangan internasional pasca-penerbitan surat perintah penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Dalam konferensi pers singkat di Ottawa pada Selasa (21/10/2025), Carney menekankan bahwa Kanada tidak akan ragu menjalankan kewajiban hukum internasional. Langkah ini melanjutkan kebijakan pendahulunya, Justin Trudeau, yang telah menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan ICC. Sebagai negara penandatangan Statuta Roma—dasar pembentukan ICC—Kanada secara hukum terikat untuk mematuhi perintah pengadilan tersebut, termasuk penangkapan figur yang ditargetkan.
“Kami akan tangkap Netanyahu jika dia tiba di negara kami,” ujar Carney, merujuk pada surat perintah yang dikeluarkan Majelis Pidana Internasional di Den Haag. Dokumen tersebut juga menargetkan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan serupa, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama operasi militer Israel di Gaza sejak akhir 2023. ICC, yang berbasis di Belanda, mengeluarkan perintah ini berdasarkan bukti awal dari jaksa karir, menandai babak baru dalam akuntabilitas pemimpin negara di panggung global.
Carney menambahkan bahwa sikap ini mencerminkan nilai inti Kanada dalam diplomasi. “Pemerintah kami menghormati hukum internasional dan prinsip akuntabilitas,” katanya. Lebih lanjut, ia menyatakan, “Kanada akan memperlakukan surat perintah ICC sebagaimana layaknya perintah pengadilan internasional yang mengikat.”
Keputusan ICC ini memicu reaksi beragam di dunia Barat. Israel, yang bukan anggota Statuta Roma, menolak yurisdiksi pengadilan tersebut dan menyebutnya sebagai “serangan terhadap hak bela diri.” Sementara itu, dukungan dari negara-negara seperti Kanada menunjukkan perpecahan dalam aliansi Barat terkait isu Palestina–Israel.
Sejak perang Gaza pecah, lebih dari 40.000 korban jiwa dilaporkan, mayoritas warga sipil, menurut data PBB—fakta yang menjadi dasar investigasi ICC.
Bagi Kanada, pernyataan Carney bukan hanya isyarat diplomatik, melainkan langkah konkret untuk menjaga kredibilitas sebagai penegak hukum global. Analis internasional memprediksi hal ini bisa memengaruhi hubungan bilateral Ottawa–Tel Aviv, terutama di tengah negosiasi perdagangan dan keamanan. Hingga kini, belum ada konfirmasi kunjungan Netanyahu ke Kanada dalam waktu dekat, tetapi pernyataan ini sudah memanaskan diskusi di forum PBB.