JAKARTA – Polda Metro Jaya memperketat pengamanan menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan melibatkan 143,9 juta hingga 155 juta pergerakan masyarakat, dengan meningkatkan pengawasan terhadap sopir bus serta memperkuat pengamanan rumah warga yang ditinggalkan pemudik.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggelar tes urine secara bergulir terhadap sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Jumat (13/3/2026). Upaya ini bertujuan menekan risiko kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh narkoba selama periode mudik.
Paur Min Ops Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Bambang Subiakto, menjelaskan bahwa tes dilakukan untuk memverifikasi kondisi awak bus bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kami memastikan awak bus negatif terhadap penggunaan atau penyalahgunaan narkoba. Semoga para pemudik yang melangsungkan perjalanan ke kampung halaman merasa aman dan nyaman,” kata Bambang di Terminal Kampung Rambutan.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menambahkan bahwa target tes mencapai 50 hingga 75 sopir per sesi, dengan fokus pada kelaikan awak kendaraan selain kondisi armada bus. Hingga saat ini belum ditemukan hasil positif.
“Kami target dari 50 sampai 75 orang. Sejauh ini belum ada yang positif,” ujarnya.
Salah seorang sopir bus, Iwan, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, tes urine membantu mencegah perilaku sopir nakal dan menjadikan keamanan penumpang sebagai prioritas.”Baik. Tentunya agar mudik Lebaran nyaman. Ini bagus,” katanya.
Selain pengawasan di terminal, Polda Metro Jaya juga mengaktifkan Satkamling terpadu selama masa mudik Lebaran 2026. Program ini melibatkan sinergi dengan TNI serta pemerintah daerah untuk melakukan patroli dan pengamanan rumah warga yang ditinggalkan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa masyarakat dapat menitipkan kendaraan roda dua maupun roda empat di kantor polisi terdekat dengan menunjukkan dokumen kendaraan. Kendaraan akan dikunci dan dijaga ketat.
“Jadi, silakan datang ke Polsek maupun Polres dan Polda. Kami menyediakan ruang penitipan kendaraan roda dua dan roda empat dengan menunjukkan dokumen surat kendaraan sehingga dapat dititipkan dan dikunci. Jadi, kita akan jaga,” tuturnya.
Budi juga mengimbau pemudik untuk meminimalkan risiko kebakaran atau pencurian dengan mematikan lampu rumah yang tidak digunakan serta mencabut sambungan gas LPG.
“Apabila meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci, listrik dipadamkan, hanya lampu-lampu tertentu yang dinyalakan, termasuk arus gas LPG yang harus diputus sehingga tidak menimbulkan kebocoran,” imbau Budi.
Langkah-langkah ini sejalan dengan Operasi Ketupat 2026 yang mengerahkan puluhan ribu personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik.
Dengan prediksi mobilitas masyarakat yang tinggi, pengawasan ketat terhadap awak kendaraan transportasi umum serta pengamanan hunian menjadi kunci utama untuk menciptakan mudik yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.