TANGSEL – Aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku penjarahan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Para pelaku yang terlibat dalam aksi kriminal ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Insiden ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial, memicu kecaman atas maraknya aksi anarkis di tengah ketegangan sosial.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Rabu (3/9/2025).
“Beberapa pelaku sudah diamankan, statusnya tersangka, dan langsung ditahan. Proses pendalaman masih berjalan,” ujar Victor.
Ia menambahkan bahwa para pelaku diduga berasal dari luar kawasan Bintaro, menunjukkan kemungkinan aksi ini terorganisir.
Peristiwa penjarahan terjadi pada Minggu dini hari (31/8/2025), saat Sri Mulyani tidak berada di kediamannya. Hanya penjaga rumah yang hadir saat kejadian.
Massa yang menyerbu rumah tersebut dilaporkan menggondol berbagai barang berharga, termasuk lukisan, barang elektronik, hingga pakaian.
Sri Mulyani sendiri sempat membagikan curahan hatinya melalui akun Instagram pribadi @smindrawati, menampilkan foto salah satu pelaku yang tertangkap kamera membawa lukisan dari rumahnya.
“Kami dalami motif dan kemungkinan aktor di baliknya. Proses penyidikan berjalan intensif,” kata Victor, menegaskan komitmen polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Penyidikan kini fokus pada identifikasi pelaku lain yang masih buron serta motif di balik aksi yang menggemparkan ini.
Aksi penjarahan ini menjadi bagian dari gelombang kerusuhan yang menargetkan rumah sejumlah pejabat publik, termasuk anggota DPR seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya.
Kemarahan publik dipicu oleh isu tunjangan DPR yang dianggap tidak sensitif di tengah kondisi ekonomi masyarakat. Video dan laporan di media sosial turut memperkeruh situasi, dengan beberapa pihak menduga adanya provokasi terorganisir.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menyalurkan aspirasi melalui jalur hukum.
“Kami memastikan situasi keamanan di Bintaro kini terkendali dengan pengamanan ketat dari TNI dan polisi,” tambah Victor.
Warga sekitar juga diminta melapor jika menemukan barang mencurigakan atau informasi terkait pelaku.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, dengan Sri Mulyani mengajak masyarakat menjaga demokrasi secara beradab melalui unggahan di media sosialnya.
“Demokrasi Indonesia adalah sistem beradab. Belum sempurna, tapi tugas kita memperbaikinya, bukan dengan intimidasi, anarki, atau represi,” tutupnya.