BANJARMASIN – Kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Simpang Tiga Kuripan, Banjarmasin, Minggu pagi (6/4/2025). Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Mio Soul yang dikendarai pria berinisial K (40) dan sebuah mobil Toyota Avanza yang dikemudikan pria berinisial Z (30).
Kanit Lantas Polresta Banjarmasin, Ipda Donny, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat mobil Avanza melaju dari arah dalam kota menuju bandara dengan kecepatan sekitar 60 km/jam. Ketika itu, lampu lalu lintas di jalur yang dilalui Z dalam kondisi hijau.
“Tiba-tiba dari arah Kuripan muncul sepeda motor yang dikendarai K. Motor itu nekat menerobos lampu merah dan langsung masuk ke jalur utama tanpa mengurangi kecepatan. Z yang terkejut tidak sempat mengerem, sehingga tabrakan pun tak terhindarkan,” terang Donny saat dikonfirmasi.
Akibat benturan keras, K terpental ke sisi kanan jalan dan motornya terseret mobil beberapa meter. Korban mengalami luka berat, termasuk kaki kanan yang terputus dan tangan kanan yang patah. Saat ini, ia dirawat intensif di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.
“Korban K menderita luka serius, yakni putus kaki sebelah kanan dan patah tangan kanan. Saat ini korban sudah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis,” ujarnya.
Pihak kepolisian telah mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti dan terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dan melakukan analisa di lokasi kejadian,” tambah Donny.
Meski kronologi awal sudah diketahui, pihak berwenang tetap membuka kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi insiden tersebut.
Sementara itu, pihak keluarga korban masih menanti kejelasan dan berharap proses hukum dapat berjalan adil.
Kondisi emosional keluarga terguncang. Anak korban, Rahmat, bahkan disebut mengalami trauma berat.
“Dia syok. Tak bisa bicara apa-apa sejak kejadian,” ujar Alvina, sepupu Rahmat.
Keluarga juga mengeluhkan beban biaya pengobatan yang besar.
“Baru masuk saja kami diminta membayar Rp2 juta, belum lagi tiga kantong darah yang dibutuhkan, satu kantongnya Rp400 ribu,” kata Okta, kerabat korban.
Saksi di sekitar lokasi kejadian mengaku tidak melihat langsung tabrakan, namun informasi cepat menyebar melalui grup WhatsApp.
“Saya tahunya dari WhatsApp, banyak yang kirim video korban setelah kecelakaan,” ujar Supian Nur, petugas parkir di toko sekitar TKP.
Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan dan meminta masyarakat dan keluarga korban bersabar hingga hasil akhir investigasi diumumkan.