JAKARTA – Pos pemukim Yahudi Or Meir di Tepi Barat berawal dari sejumlah tempat tinggal prefabrikasi berwarna putih di atas bukit, tepat di ujung jalan tanah yang terhubung dengan Jalan 60 — rute utama yang membelah wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Seiring waktu, hunian sederhana semacam itu berkembang menjadi kompleks perumahan besar, bagian dari kebijakan yang diakui sejumlah anggota kabinet Israel sebagai upaya mencegah terbentuknya negara Palestina.
Proses ekspansi ini kerap disertai kekerasan. Sebuah keluarga Badui mengaku kepada Reuters bahwa mereka diusir dari tanah Palestina setelah penyerang dari Or Meir melemparkan koktail Molotov tahun lalu. Mereka khawatir tidak akan pernah bisa kembali ke tanah tersebut.
Di kanal Telegram Or Meir, pesan-pesan yang dipublikasikan justru merayakan pengusiran para penggembala Badui. Para pemukim baru menegaskan tekad mereka untuk mengamankan kendali jangka panjang atas wilayah yang mereka sebut sebagai kawasan “strategis”.