JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rapat terbatas (ratas) yang secara khusus membahas arah pengembangan industri tekstil nasional.
Pembahasan juga mencakup sektor industri sepatu yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai produksi dan industri manufaktur dalam negeri.
Sejumlah pejabat datang secara bertahap ke kompleks Istana Kepresidenan sebelum rapat yang dipimpin Presiden Prabowo dimulai.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadi salah satu pejabat yang lebih awal tiba di kompleks Istana sekitar pukul 12.36 WIB.
Suahasil belum membeberkan materi yang akan dibahas dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo tersebut.
Ia mengatakan penjelasan mengenai hasil rapat akan disampaikan setelah pembahasan bersama Presiden dan sejumlah pejabat selesai.
“Rapat dulu. Nanti abis itu kita ngobrol,” kata Suahasil saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Tak lama setelah Suahasil datang, Kepala BRIN Arif Satria juga terlihat memasuki kompleks Istana Kepresidenan.
Arif menyebut dirinya dipanggil untuk mengikuti pembahasan mengenai riset dan inovasi yang berkaitan dengan pengembangan industri tekstil.
“Rapat berkaitan dengan industri tekstil ya, dan juga industri sepatu. Jadi kita dengan nanti dengan Pak Menko dan juga dengan beberapa menteri akan mendiskusikan berbagai isu,” ujar Arif.
Kehadiran BRIN menunjukkan bahwa pembahasan industri tekstil tidak hanya menyangkut kebijakan ekonomi, tetapi juga aspek riset dan inovasi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut menghadiri rapat terbatas tersebut dan tiba sekitar pukul 13.10 WIB.
Rapat juga diikuti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memiliki peran dalam koordinasi kebijakan ekonomi nasional.
Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani turut hadir untuk mengikuti pembahasan yang digelar Presiden Prabowo.
Pertemuan lintas kementerian dan lembaga tersebut menjadi forum untuk membicarakan berbagai persoalan serta peluang pengembangan industri tekstil nasional.
Sektor tekstil menjadi bagian penting manufaktur karena berkaitan dengan produksi, investasi, inovasi, serta aktivitas industri turunannya.
Dengan melibatkan BRIN, Kementerian Keuangan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta kementerian terkait, pembahasan diarahkan secara lintas sektor.
Hingga rapat berlangsung, pemerintah belum memaparkan secara rinci keputusan atau kebijakan baru yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Informasi lebih lanjut mengenai hasil ratas dijanjikan akan disampaikan para pejabat setelah rapat bersama Presiden Prabowo selesai.***