JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih sebagai bagian dari komitmen kepemimpinan dalam mendukung gerakan zakat nasional.
Penyerahan zakat oleh para pemimpin negara tersebut berlangsung secara simbolis pada hari ke-23 Ramadan dan menjadi momentum penting bagi penguatan peran zakat sebagai instrumen sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Baznas Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa keikutsertaan Presiden, Wakil Presiden, serta para menteri dalam menunaikan zakat memiliki dampak strategis bagi peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat resmi.
“Alhamdulillah hari ini, 23 Ramadan, kami seluruh jajaran Baznas menerima secara simbolik pembayar zakat Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, dan seluruh jajaran Kabinet,” ujar Sodik usai acara penerimaan zakat di Istana Negara.
Ia menilai partisipasi para tokoh nasional tersebut tidak hanya memperkuat penghimpunan dana zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang signifikan kepada masyarakat luas untuk ikut menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.
“Hal ini memberikan poin yang luar biasa. Selain tentu saja penerimaan kami bertambah, yang lebih penting adalah dukungan morel,” kata Sodik.
Menurutnya, contoh nyata dari para pemimpin negara terbukti lebih efektif dalam memotivasi masyarakat dibandingkan sekadar kampanye atau sosialisasi yang dilakukan lembaga zakat.
“Para tokoh dan pejabat memberikan zakatnya kepada Baznas. Survei kami menunjukkan pembayaran pemimpin-pemimpin, pembayaran tokoh-tokoh itu lebih efektif dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” jelasnya.
Baznas juga mencatat tren positif dalam penghimpunan zakat nasional sepanjang Ramadan tahun ini, dengan kontribusi dari ratusan unit pengelola zakat di berbagai daerah.
“Baznas sendiri, pada Ramadan ini, dari 746 unit alhamdulillah sudah terkumpul Rp6 triliun,” ujarnya.
Namun demikian, angka tersebut masih bersifat sementara karena belum seluruh kantor Baznas daerah melaporkan hasil penghimpunan terbaru mereka.
Secara nasional, Baznas menargetkan total penghimpunan zakat mencapai Rp60 triliun pada tahun ini sebagai bagian dari strategi memperkuat program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
“Kita baru bulan ketiga, ditambah bulan Ramadan. Insyaallah dengan dukungan semua, mudah-mudahan kita bisa mencapai target yang 60 triliun,” ujar Sodik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin aktif menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.
“Kepada masyarakat, sekali lagi kami mengimbau untuk membayar zakat. Istilah kami adalah zakat menolong umat dan zakat adalah penolong di akhirat,” tuturnya.
Baznas memastikan seluruh dana zakat yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik sesuai prinsip amanah serta ketentuan syariah yang berlaku.
“Kami siap, Baznas siap menerima dan menyalurkan kepada mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan sesuai dengan syariah,” katanya.***