BEIJING, CHINA – Presiden Indonesia Prabowo Subianto tampil mencolok saat menghadiri parade militer megah di Tiananmen Square, Beijing, China, dalam rangka peringatan 80 tahun Hari Kemenangan (Victory Day) pada Rabu (3/9/2025).
Dalam acara yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia ini, Prabowo terlihat duduk berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menunjukkan keakraban dengan berbincang serius berdua, memperkuat citra diplomasi aktif Indonesia di panggung global.
Momen kebersamaan Prabowo dan Putin terekam dalam unggahan Instagram resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet). Keduanya tampak duduk di kursi elegan berwarna putih gading dengan sandaran tangan kayu cokelat, hanya dipisahkan oleh meja kecil yang dihiasi pot bunga hijau muda.
Di sisi Putin, Presiden China Xi Jinping juga hadir, menambah bobot acara yang menjadi simbol kebangkitan nasional China di bawah kepemimpinan Xi.
Parade militer ini, yang dimulai dengan dentuman 21 tembakan meriam kehormatan, menampilkan atraksi militer spektakuler, mencerminkan kekuatan militer China.
Selain Prabowo, Putin, dan Xi Jinping, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un juga turut hadir, meski tidak terekam dalam foto yang dibagikan.
Kehadiran para pemimpin dunia ini menggarisbawahi pentingnya acara tersebut dalam konteks geopolitik global.
Prabowo, yang mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam, tampak gagah saat tiba di lokasi acara dan disambut hangat oleh Xi Jinping serta Ibu Negara China, Peng Liyuan.
Dalam sesi foto bersama, Prabowo berdiri sejajar di barisan depan bersama Xi, Putin, dan Kim Jong-un, menegaskan posisi strategis Indonesia di antara kekuatan dunia.
“Dalam beberapa hari belakangan ini, ada permohonan sangat kuat dari pemerintah Tiongkok agar Bapak Presiden Prabowo Subianto dapat menghadiri paling tidak satu hari acara peringatan 80 tahun dan parade militer pemerintah Tiongkok,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan urgensi kehadiran Prabowo meski sempat menunda keberangkatan karena dinamika dalam negeri.
Kunjungan singkat Prabowo ke Beijing ini, yang dimulai pada Selasa malam (2/9/2025) dan dijadwalkan berakhir pada Rabu malam, mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjaga hubungan erat dengan China.
Keberangkatan Prabowo dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menunjukkan keseriusan dalam memenuhi undangan resmi Xi Jinping.
Diplomasi Indonesia di Panggung Global
Kehadiran Prabowo di parade militer ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-China, tetapi juga menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional.
Dengan berdiri sejajar bersama pemimpin seperti Putin dan Xi Jinping, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di tengah dinamika geopolitik dunia.
Acara ini juga menjadi ajang bagi China untuk memamerkan kekuatan militernya, termasuk jet tempur dan rudal canggih, di hadapan 26 pemimpin dunia, termasuk Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Parade ini bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga simbol kebangkitan nasional China. Xi Jinping, dalam pidatonya, menekankan pentingnya memilih antara damai dan perang, serta kerja sama global untuk mencegah konflik.
Kehadiran Prabowo di acara ini diharapkan membuka peluang dialog dengan pemimpin dunia lainnya, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan Indo-Pasifik.