ACEH – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga negara untuk bekerja secara maksimal dan berkelanjutan dalam penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah diminta memastikan proses penanganan hingga pemulihan berjalan tuntas sampai kehidupan masyarakat terdampak benar-benar pulih.
Instruksi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
“Semua harus terus bekerja tanpa henti, mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sampai kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat pulih dan menjadi lebih baik,” ujar Pratikno.
Pratikno menjelaskan, pemerintah pusat terus bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan masa darurat sekaligus mempersiapkan fase transisi menuju pemulihan di wilayah terdampak.
“Semua bergotong royong di lapangan untuk memulihkan wilayah Sumatera. Fokus kita jelas, yakni keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pemulihan,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari total 52 kabupaten dan kota terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, sebanyak 12 daerah telah memasuki tahap transisi dari status tanggap darurat menuju pemulihan. Namun demikian, di Provinsi Aceh masih terdapat 10 kabupaten yang memperpanjang masa tanggap darurat.
Menurut Pratikno, perpanjangan status tersebut dilakukan agar seluruh upaya penanganan darurat dapat dilaksanakan secara optimal sebelum daerah sepenuhnya memasuki fase pemulihan pascabencana.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan tanggap darurat warga terpenuhi secara maksimal, sekaligus mempersiapkan daerah masuk ke tahap pemulihan,” ujarnya.
Dalam tahap pemulihan, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak. Selain itu, penyaluran bantuan logistik terus dilakukan melalui jalur darat, udara, dan laut, termasuk ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
“Berbagai upaya terus dilakukan, baik melalui jalur darat maupun udara, untuk menjangkau desa-desa yang aksesnya masih terputus,” tegasnya.
Memanfaatkan momentum Natal 2025, Pratikno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membantu warga terdampak bencana agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya.