JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima undangan resmi dari Presiden Cyril Ramaphosa untuk hadir di KTT G20 Afrika Selatan, yang menjadi puncak kunjungan kenegaraan guna memperdalam hubungan Indonesia-Afrika Selatan.
“Ini kehormatan tersendiri bagi saya untuk hadir dan memperlihatkan potensi kerja sama,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, ia memuji idealisme serta keberanian rakyat Afrika Selatan melawan apartheid demi keadilan. Pertemuan ini dijadikan ajang mendorong pakta ekonomi menyeluruh, mengingat nilai perdagangan bilateral yang terus meningkat namun masih bisa ditingkatkan melalui skema lebih seimbang.
Kesepakatan lain meliputi akselerasi kolaborasi pertahanan sejak 2023, sektor pertanian, energi, hingga pembebasan visa. Prabowo berjanji mengutus tim ahli guna program percepatan, sekaligus mendukung presidensi Afrika Selatan di G20 agar lebih inklusif bagi perekonomian dunia.
“Kami siap memajukan kemitraan strategis dengan Afrika Selatan,” tegas Prabowo, menekankan ikatan lebih kuat di tengah perubahan global.
Afrika Selatan akan menggelar KTT G20 di Johannesburg pada akhir November 2025 sebagai tuan rumah. “Kami bangga memimpin presidensi tahun ini dan menghargai kontribusi Indonesia. Senang sekali Yang Mulia berkenan hadir bulan depan,” kata Ramaphosa saat jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu.
Ia menilai kehadiran Indonesia krusial untuk menambah bobot forum tersebut, mengingat kedua negara berperan sentral di Global Selatan.
“Melalui platform ini, kita dapat mengamplifikasi suara negara-negara selatan guna memajukan perdagangan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi bersama,” tambahnya.
Ramaphosa lantas mengajak Prabowo beserta kabinetnya mengeksplorasi prospek di Afrika Selatan. Kedua pihak, katanya, menghadapi isu serupa seperti pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial yang perlu diatasi secara kolektif.
