JAKARTA – Di tengah gelombang aspirasi masyarakat yang memanas, Presiden Republik Indonesia mengajak seluruh warga negara untuk menjaga persatuan nasional dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba bangsa. Dalam pidato resmi di Istana Negara, Minggu (31/8), Presiden menyerukan semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan, keluarga, dan tanah air.
“Indonesia berada di ambang kebangkitan. Jangan sampai kita diadu domba. Mari saling mengingatkan agar tidak ikut kegiatan yang merugikan kepentingan umum,” ujar Presiden, didampingi oleh tokoh-tokoh politik seperti Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan para ketua umum partai politik.
Presiden juga mengingatkan bahwa merusak fasilitas umum sama dengan menghamburkan uang rakyat. Ia meminta masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan mewaspadai campur tangan kelompok yang tidak ingin Indonesia maju. Pemerintah, kata Presiden, berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk yang paling kecil dan tertinggal.
Langkah konkret pemerintah termasuk pencabutan kebijakan DPR yang kontroversial dan membuka ruang dialog dengan masyarakat. Presiden juga memerintahkan kementerian/lembaga untuk menerima masukan dari kelompok masyarakat guna memperbaiki jalannya pemerintahan.