JAKARTA – Presiden Iran, Masoud Pezrshkian pada Rabu (11/3/2026) menyampaikan tiga syarat utama untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika hak-hak sah Iran diakui, pembayaran ganti rugi dilakukan, serta ada jaminan internasional yang tegas terhadap agresi pada masa depan.
Dalam unggahan di platform X yang dilansir Xinhua, Pezeshkian menekankan komitmen Iran terhadap perdamaian kawasan. Namun, pada hari yang sama, angkatan bersenjata Iran mengeluarkan peringatan keras terkait ancaman serangan AS.
Ancaman AS terhadap Iran
Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan melalui wawancara di IRIB TV, “Kalau AS melaksanakan ancamannya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, maka tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau titik di Teluk Persia yang akan berada di luar jangkauan kami.”
Peringatan itu muncul setelah Komando Pusat AS mengunggah pesan berbahasa Persia di X, meminta warga Iran menjauhi fasilitas pelabuhan yang digunakan angkatan laut Iran.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil. Iran kemudian membalas dengan gelombang rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset AS di Timur Tengah.