JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang digelar di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4/2026). Kehadiran Prabowo sekaligus menegaskan posisinya sebagai Ketua Umum PB IPSI yang telah memimpin organisasi tersebut selama lebih dari dua dekade.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.35 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua Harian PB IPSI Benny Sumarsono, Wakil Ketua Umum PB IPSI Sugiono, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ia tampil mengenakan beskap hitam dipadukan dengan kain batik bernuansa hijau yang melilit di bagian pinggang.
Setibanya di arena Munas, Prabowo langsung menyapa dan menyalami sejumlah tokoh nasional yang telah hadir lebih dahulu. Di antaranya Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman serta Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.
Munas XVI PB IPSI sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 April 2026 di Jakarta. Salah satu agenda utama dalam forum tertinggi organisasi pencak silat tersebut adalah pemilihan Ketua Umum PB IPSI untuk masa bakti 2026–2030.
Dalam prosesnya, Tim Penjaringan dan Penyaringan telah menjalankan tahapan seleksi selama lebih dari satu bulan. Seluruh tahapan disebut dilakukan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku.
Sejak pertama kali menjabat pada 2004, Prabowo telah memimpin PB IPSI selama lima periode berturut-turut. Kepemimpinannya dinilai berperan penting dalam perkembangan pencak silat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam pembukaan Munas ini. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Riset, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus cabang olahraga prestasi yang terus didorong untuk berkiprah di level dunia.