JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tengah mempersiapkan acara besar, Kongres PDIP 2025, yang rencananya akan mengundang Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan. Langkah ini menjadi sorotan karena dapat menjadi titik balik hubungan politik antara PDIP dan pemerintahan saat ini.
Kabar ini disampaikan oleh politisi senior PDIP, Guntur Romli, yang mengungkapkan rencana strategis partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
“Rencana akan mengundang Presiden Prabowo (di Kongres),” ujar Guntur Romli kepada Okezone, Selasa (3/6/2025).
Meski begitu, jadwal pasti pelaksanaan kongres masih menunggu keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Guntur menjelaskan bahwa agenda tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
“Belum ada jadwal (rapat pleno bahas Kongres),” tambahnya, menegaskan bahwa partai masih menunggu arahan dari Megawati.
Kongres PDIP: Lebih dari Sekadar Pemilihan Ketua Umum
Kongres PDIP bukan hanya ajang memilih ketua umum baru, tetapi juga forum tertinggi untuk menentukan arah dan sikap politik partai terhadap pemerintahan Prabowo. Dengan mengundang Presiden Prabowo, PDIP seolah membuka pintu dialog yang dapat meredakan ketegangan politik yang sempat terjadi, terutama setelah dinamika Pilpres 2024. Acara ini diprediksi akan menjadi momen krusial untuk melihat apakah PDIP akan mengambil posisi oposisi atau membangun kerja sama dengan pemerintahan baru.
Sinyal Rekonsiliasi Politik
Undangan kepada Prabowo menunjukkan sinyal positif dari PDIP untuk membangun komunikasi dengan pemerintahan. Sebelumnya, hubungan antara Megawati dan Prabowo sempat menjadi perbincangan hangat, dengan beberapa rencana pertemuan yang tertunda karena kendala teknis. Menurut Guntur, kehadiran Prabowo di Kongres PDIP bisa menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih harmonis demi kepentingan nasional.
Mengapa Kongres PDIP 2025 Penting?
Kongres PDIP selalu menjadi perhatian publik karena partai ini merupakan salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia. Keputusan yang diambil dalam kongres tidak hanya akan memengaruhi dinamika internal partai, tetapi juga peta politik nasional. Dengan kehadiran Prabowo, acara ini berpotensi menjadi panggung politik yang menarik perhatian banyak pihak, baik pendukung maupun pengamat politik.
Hingga kini, PDIP masih menjaga sikap independen di luar pemerintahan, sebagaimana pernyataan Guntur bahwa “Kita masih di luar pemerintahan!” Namun, undangan ini bisa menjadi indikator perubahan strategi partai dalam menyikapi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menanti Keputusan Megawati
Semua mata kini tertuju pada Megawati Soekarnoputri, yang memiliki peran sentral dalam menentukan kapan dan bagaimana kongres akan dilaksanakan. Keputusan Megawati tidak hanya akan memengaruhi jadwal, tetapi juga pesan politik yang ingin disampaikan PDIP melalui kehadiran Prabowo di acara tersebut.
Dengan potensi kehadiran Presiden Prabowo, Kongres PDIP 2025 diprediksi akan menjadi salah satu peristiwa politik terbesar tahun ini. Akankah acara ini menjadi jembatan rekonsiliasi atau justru mempertegas garis politik PDIP? Publik menanti perkembangan selanjutnya.