Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk memberikan subsidi langsung sebesar Rp3 juta kepada setiap calon jemaah haji tahun 1448 H/2027 M. Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf menjelaskan, langkah intervensi ini diambil guna memastikan ketegangan geopolitik global tidak memberikan beban berlebih bagi masyarakat yang ingin beribadah.
Pernyataan ini disampaikan di tengah lonjakan total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 yang naik sekitar Rp11 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pemerintah menganggap situasi geopolitik di luar negeri jangan sampai membebani calon jemaah haji kita. Sehingga, Presiden memutuskan untuk memberikan subsidi agar beban jemaah tidak terlalu berat,” tegas Irfan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
DPR Sambut Keputusan Subsidi Prabowo
Keputusan pengucuran subsidi ini diumumkan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin penetapan BPIH dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2027 dalam rapat kerja Komisi VIII DPR.
Dasco memaparkan, suntikan dana dari pemerintah dialokasikan untuk memangkas komponen BPIH dalam negeri.
-
BPIH Dalam Negeri Awal: Rp5.643.945,28
-
Subsidi Pemerintah: Rp3.000.000,00
-
BPIH Dalam Negeri Setelah Subsidi: Rp2.643.945,28
Pengumuman tersebut langsung disambut seruan takbir dan rasa syukur dari para anggota DPR yang hadir di ruang rapat.
Hitung-hitungan Pelunasan Jemaah: Jadi Lebih Murah dibanding 2026
Dengan penetapan Bipih 2027 sebesar Rp54.648.825, jemaah yang sebelumnya telah menyetor dana awal Rp25 juta seharusnya masih memikul sisa pelunasan sekitar Rp29,6 juta.
Namun, berkat kombinasi subsidi pemerintah sebesar Rp3 juta dan skema bantuan saldo nilai manfaat virtual account rata-rata Rp3,4 juta, beban akhir jemaah berkurang signifikan.
-
Bipih Total: Rp54.648.825
-
Potongan Efektif (Subsidi + Nilai Manfaat + Setoran Awal): Rp31.400.000
-
Sisa Pelunasan Bipih 2027: Rp23.248.825
“Jika dibandingkan dengan biaya pelunasan Bipih tahun 2026 yang sebesar Rp26.433.806, maka ada penurunan angka pelunasan menjadi Rp23.248.825. Biaya yang harus dibayar jemaah tahun ini justru lebih rendah sekitar Rp3,2 juta dibanding tahun lalu,” ungkap Dasco.