JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung prosesi pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 yang digelar khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2), sebagai peristiwa penting relasi negara dan ulama.
Kegiatan pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda MUI bertema Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa yang menegaskan dimensi spiritual dalam pembangunan nasional.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Kehadiran Presiden menegaskan dukungan negara terhadap peran strategis MUI sebagai mitra moral dan keagamaan dalam kehidupan berbangsa.
Dalam sambutannya, Prabowo menilai pengukuhan pengurus MUI periode terbaru sebagai simbol kuat persatuan antara pemimpin umat dan pemimpin negara.
“Hari ini adalah lambang dari bersatunya ulama dengan umara. Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur.”
“Sekali lagi hari ini, lambang bersatunya ulama dan umara di Republik Indonesia. Dan ini adalah cerminan kebangkitan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.
Pengukuhan kepengurusan MUI 2025–2030 dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan.
Struktur pimpinan MUI menetapkan Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum dengan didampingi Cholil Nafis, Anwar Abbas, dan Marsyudi Syuhud sebagai Wakil Ketua Umum.
Jajaran ketua diisi oleh tokoh lintas latar belakang keulamaan dan kebangsaan, mulai dari Asrorun Ni’am Sholeh hingga Noor Achmad, yang mencerminkan keberagaman pemikiran dalam tubuh MUI.
Posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Amirsyah Tambunan dengan dukungan jajaran Wakil Sekretaris Jenderal dari berbagai unsur akademisi, dai, dan profesional.
Sementara itu, jabatan Bendahara Umum diemban oleh Misbahul Ulum bersama tim bendahara yang bertugas mengelola tata kelola keuangan organisasi secara akuntabel.
Untuk Dewan Pertimbangan, MUI melibatkan tokoh-tokoh nasional lintas bidang, termasuk ulama, akademisi, negarawan, dan pakar hukum tata negara.
Jabatan Sekretaris Dewan Pertimbangan dijalankan oleh Sad Ibrahim dengan dukungan para Wakil Sekretaris yang memperkuat fungsi strategis lembaga tersebut.
Pengukuhan ini menandai dimulainya masa khidmat MUI 2025–2030 yang diharapkan mampu menjawab tantangan umat sekaligus memperkuat harmoni antara nilai keagamaan dan kepentingan kebangsaan.
Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia 2025–2030
Struktur kepemimpinan MUI periode 2025–2030 ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang menjadi dasar resmi pengukuhan organisasi.
Ketua Umum
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2025–2030 dijabat oleh KH Anwar Iskandar.
Wakil Ketua Umum
Posisi Wakil Ketua Umum MUI diemban oleh Cholil Nafis, Anwar Abbas, dan Marsyudi Syuhud.
Ketua-Ketua
Jajaran Ketua MUI periode 2025–2030 diisi oleh Asrorun Ni’am Sholeh, Gusrizal Gazahar, Mastuki Baidlowi, Abdul Manan Ghani, Abdul Moqsith Ghazali, M. Ajrul Tanjung, Sudarnoto Abdul Hakim, Sholahuddin Al-Aiyub, Fasli Jalal, Pasni Rusli, Faisal Nasir bin Madi, Siti Ma’rifah, Utang Ranuwijaya, Wahiduddin Adams, Muhammad Zaitun Rasmin, Ahmad Fahrur Rozi Burhan, Nusron Wahid, dan Noor Achmad.
Sekretaris Jenderal
Jabatan Sekretaris Jenderal MUI dipercayakan kepada Buya Amirsyah Tambunan.
Wakil Sekretaris Jenderal
Wakil Sekretaris Jenderal MUI dijabat oleh Aminuddin Yakub, Muhammad Ziyad, Asrori S. Karni, Arif Fahrudin, Sarmidi Husna, Hasuarli Halim, Shafira Mahrusah, Muhammad Buhari Muslim, Muhammad Adib Khumaidi, Ery Yusuf, Armai Arief, Nilmayetti Yusri, Ali M. Abdillah, Muhammad Ihsan Tanjung, Syamsul Qomar, Khairul Sholeh Rasyid, Mabroer, Rofiqul Umam Ahmad, dan Rahmat Hidayat.
Bendahara Umum
Posisi Bendahara Umum MUI periode 2025–2030 dijabat oleh Misbahul Ulum.
Wakil Bendahara Umum
Wakil Bendahara Umum diisi oleh Rudy Mas’ud, Diana Dewi, Trisnaningsih Yuliati Juaeli, Yayat Sujatna, Jojo Sutisna, Idy Muzayyad, Mahsin Ahmad, dan Erni Juliana Al-Hasanah Nasution.
Dewan Pertimbangan
Dewan Pertimbangan MUI dihuni tokoh nasional lintas bidang, yakni Nasaruddin Umar, Afifuddin Muhajir, Jimly Asshiddiqie, Hamdan Zoelva, Shafiq A. Mughni, Basri Bermanda, Abdul Lah Zaidi, Tamsil Linrung, Phil. Kamaruddin Amin, Amany Lubis, Bariah Priyumi, Yusnar Yusuf, Mashuri Abdillah, Zaenuddin, Masnun Tahir, Muhyiddin Junaidi, dan Muhammad Sapri Hutauruk.
Sekretaris Dewan Pertimbangan
Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI dijabat oleh Sad Ibrahim.
Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan
Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan diisi oleh Zainut Tauhid Sa’adi, Zulfa Mustofa, Nauruz Zaman Husein, Ahmad Muzakki, Sabriati Aziz, Siti Aisyah, Valina Singka Subekti, Muhammad Mukri, Shodiqom, dan Nashirul Haq.***
