BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menyuarakan keprihatinan mendalam atas nasib situs-situs bersejarah Majapahit yang kini telah beralih fungsi menjadi pabrik. Pernyataan bernada kritik ini disampaikan kepada ribuan kepala daerah di seluruh Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
“Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik,” ujar Prabowo di hadapan sekitar 4.453 peserta Rakornas.
Peringatan Keras untuk Kepala Daerah
Presiden mengingatkan para kepala daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap pelestarian warisan sejarah di wilayah masing-masing. Ia menekankan bahwa sikap abai terhadap sejarah akan membawa konsekuensi besar.
“Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu,” tegas Prabowo.
Prabowo juga menyinggung pembongkaran prasasti di kolam renang Manggarai yang masih ada pada tahun 1978, yakni 28 tahun setelah kemerdekaan Indonesia. “Sayang, mungkin sudah dibongkar,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Pelestarian Sejarah Tak Boleh Kalah dari Pembangunan
Kepala Negara menegaskan bahwa kepentingan pembangunan jangka pendek tidak boleh mengorbankan situs-situs bersejarah. Menurut Prabowo, keberadaan bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan besar para pendahulu.
“Kadang-kadang kita tidak menghormati sejarah kita. Situs-situs bersejarah dibongkar. Ini para kepala daerah harus memikirkan,” tutur Prabowo.
Di penghujung arahannya, Prabowo menyerukan persatuan di tengah keberagaman Indonesia. “Apapun perbedaan kita, berbeda suku, ras, agama, aliran pemikiran politik, tapi kita adalah satu bagian satu keluarga besar Indonesia,” pungkasnya.