JAKARTA – Dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencapaian Indonesia dalam swasembada pangan.
Berbicara setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Prabowo berada di urutan ketiga dalam agenda pidato, menyampaikan capaian pertanian Indonesia yang kini mencuri perhatian dunia.
Presiden Prabowo menyoroti produksi beras nasional yang mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Tahun ini, Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan gabah tertinggi dalam sejarah,” ujar Prabowo dalam pidatonya, Selasa (23/9/2025).
Data ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan domestik melalui berbagai inovasi pertanian.
Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa Indonesia kini telah mampu mengekspor beras ke berbagai negara yang membutuhkan.
Bahkan, pemerintah siap mendukung penyediaan pangan untuk rakyat Palestina.
“Kami sekarang sudah swasembada beras, dan kami mulai mengekspor beras ke negara-negara lain yang membutuhkan, termasuk menyediakan beras untuk Palestina,” kata Prabowo. Langkah ini menunjukkan peran strategis Indonesia dalam membantu stabilitas pangan global.
Pemerintah, menurut Prabowo, terus menyalurkan investasi signifikan di sektor pertanian. Fokus utama adalah memperkuat produktivitas petani, membangun rantai pasok yang tangguh, dan menerapkan teknologi pertanian modern.
“Kami membangun rantai pasokan pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, berinvestasi dalam pertanian yang cerdas untuk memastikan keamanan pangan bagi anak-anak kami dan anak-anak dunia,” jelasnya.
Optimisme Prabowo terhadap masa depan pertanian Indonesia juga tercermin dari keyakinannya bahwa dalam beberapa tahun mendatang, negara kepulauan terbesar ini akan menjadi lumbung pangan dunia.
“Kami yakin dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,” tegasnya.
Pidato ini menggunakan bahasa Inggris dan menjadi salah satu momen penting yang menegaskan posisi Indonesia dalam percaturan pangan global.
Keberhasilan swasembada pangan ini dipandang sebagai bukti nyata strategi pemerintah yang menitikberatkan pada ketahanan pangan, inovasi pertanian, dan diplomasi pangan internasional.***