JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan layanan bank emas pertama atau Bullion Bank hari ini, Rabu (26/02/2025).
Terobosan besar Presiden Prabowo ini dinilai akan mendongkrak bisnis emas di Tanah Air hingga berlipat-lipat.
Hal ini seperti diungkapkan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen perhiasan dan emas batangan terkemuka di Indonesia yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Dikutip dari Bisnis, PT Hartadinata menilai pendirian bullion bank di Indonesia dapat mengoptimalkan pemanfaatan cadangan emas nasional yang mencapai 2.600 ton.
Dalam bahan presentasi peresmian bullion bank, HRTA mengungkap total nilai bisnis emas di Indonesia saat ini menyentuh Rp482,6 triliun.
Angka ini berasal dari industri hulu senilai Rp126,83 triliun, industri tengah Rp235,6 triliun, dan industri hilir Rp114,5 triliun.
Kehadiran bullion bank diyakini mampu mendorong pertumbuhan produksi emas dalam negeri yang berkontribusi pada peningkatan produk domestik bruto (PDB).
PT Hartadinata memperkirakan, lonjakan produksi emas dapat menambah PDB sebesar 1,3% atau sekitar Rp201 triliun serta membuka lapangan kerja bagi 800.000 tenaga kerja.
Sementara itu, layanan bullion diprediksi mampu meningkatkan jumlah uang beredar hingga Rp53 triliun.
Produsen Emas Top 7 Dunia, Tapi Masih Impor?
Pada 2023, Indonesia menempati peringkat ke-7 produsen emas terbesar dunia dengan produksi 132,5 ton.
Namun, ironisnya, Indonesia masih mengimpor emas batangan senilai US$2 miliar per tahun, meskipun ekspor emas mencapai US$5 miliar per tahun.
Konsumsi emas per kapita di Indonesia pun terbilang rendah, hanya 0,35 gram per kapita.
Padahal, terdapat lebih dari 1.800 ton emas yang belum termonetisasi di dalam negeri.
Di sisi lain, cadangan devisa emas Indonesia stagnan di angka 78,6 ton selama lima tahun terakhir, hanya mencakup 4% dari total cadangan devisa nasional.
Angka ini jauh tertinggal dari rata-rata bank sentral dunia yang melebihi 20%.
Menurut PT Hartadinata, potensi permintaan bullion dari institusi keuangan Indonesia bisa mencapai Rp166,28 triliun.
Dengan asumsi 1% dari total aset keuangan nasional yang mencapai Rp16.628 triliun dialokasikan untuk bullion.
Sebagai informasi, PT Hartadinata dikenal sebagai satu-satunya produsen perhiasan dan emas batangan yang menerima rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Terutama untuk produk emas batangan dengan berat mulai dari 0,1 gram hingga 1 kilogram.***