SOLO – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sinyal politik tajam saat menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu malam, 20 Juli 2025.
Dalam pidatonya, ia mengingatkan seluruh partai politik lain untuk tidak menyepelekan kekuatan baru PSI yang kini menggunakan lambang gajah sebagai identitas perjuangan.
Pernyataan Presiden Prabowo itu muncul setelah ia menyampaikan tiga pantun yang menggambarkan dukungannya kepada Ketua Umum PSI yang baru, Kaesang Pangarep, sekaligus memuji semangat muda dan ide-ide segar yang dibawa partai tersebut.
“Sesuai adat kebiasaan saya, tiga buah pantun,” kata Presiden Prabowo mengawali pidatonya di hadapan para kader PSI.
Pantun pertamanya berisi ucapan selamat kepada Kaesang yang kini memimpin PSI.
Selanjutnya, pantun kedua menegaskan harapan agar PSI mampu memperkuat sistem demokrasi nasional.
Dan dalam pantun terakhir, Presiden Prabowo mengangkat simbol baru PSI—gajah—sebagai lambang kekuatan yang tak bisa diremehkan.
“Pantun ketiga, lambang gajah gagah perkasa simbol kuat penuh makna. PSI hadir membawa rasa untuk rakyat, ayo berjuang bersama,” lanjut Presiden Prabowo.
Tak berhenti di situ, Presiden Prabowo secara eksplisit menegaskan bahwa PSI kini bukan lagi partai kecil yang bisa diabaikan. Ia memperingatkan bahwa langkah politik PSI ke depan bisa menjadi ancaman serius bagi partai-partai mapan.
“Partai-partai lain harus hati-hati ya, gajah,” tegasnya.
Kehadiran Presiden Prabowo di kongres tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran PSI dalam konstelasi politik nasional ke depan.
Dengan ketua umum muda dan citra baru sebagai “partai gajah”, PSI tampaknya bersiap menjadi kekuatan politik yang lebih progresif dan substansial.***