JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebagian pejabat dan birokrat masih menunjukkan kinerja yang mengecewakan, sehingga menghambat kemajuan bangsa dan menimbulkan berbagai kesulitan bagi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara peresmian secara virtual sebanyak 218 unit jembatan—termasuk jenis Bailey, Armco, dan jembatan perintis—yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Senin (9/3/2026).
Peresmian infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan konektivitas, khususnya di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil, guna mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Meski mengapresiasi capaian tersebut sebagai prestasi luar biasa dalam waktu singkat, Prabowo tidak menutup-nutupi realitas yang ada. Ia menekankan pentingnya introspeksi dan perbaikan di internal aparatur negara.
“Kita menyadari bahwa bangsa ini masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, banyak kekurangan. Kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para petugas,” kata Prabowo.
“Di satu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, di lain pihak masih ada unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk berbicara jujur kepada rakyat, bukan sekadar menyampaikan hal-hal yang menyenangkan. Ia ingin masyarakat memahami kondisi riil di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Jangan kita bicara manis-manis dan seolah semuanya baik-baik saja. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya,” ujar Prabowo.
Ia juga menyinggung situasi geopolitik dunia yang tidak stabil, dengan konflik bersenjata yang terus meletus di berbagai kawasan.
“Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah,” pungkasnya.
Dengan peresmian 218 jembatan ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan infrastruktur nasional sekaligus mendorong reformasi birokrasi agar lebih responsif dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan domestik maupun internasional.