TANGERANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menghasilkan komoditas mentah.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Presiden yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di BSD, Tangerang, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026.
Prabowo menilai optimalisasi sumber daya alam menjadi salah satu langkah strategis untuk membawa Indonesia menuju negara maju sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Langkah strategis yang dilakukan Indonesia untuk menjadi negara maju adalah mengelola sumber daya alam sebaik-baiknya. Kita manfaatkan secara optimal untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” demikian sambutan Presiden Prabowo.
Hilirisasi Jadi Kunci Peningkatan Nilai Ekonomi
Pemerintah memperkuat hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai jual sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri sebelum dipasarkan ke pasar domestik maupun internasional.
“Saat ini pemerintah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia. Hilirisasi merupakan kunci meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Presiden.
Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus memperbesar kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian Indonesia.
Cakupan Hilirisasi Meluas ke Berbagai Sektor
Peta jalan hilirisasi pemerintah mencakup mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.
Pengembangan industri pengolahan di berbagai sektor tersebut ditujukan untuk memperkuat rantai produksi nasional, membuka peluang investasi, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pemerintah juga menempatkan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan konsumsi domestik sebagai bagian penting dari kebijakan ekonomi nasional.
“Kebijakan ekonomi harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja semaksimal mungkin, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat konsumsi domestik. Juga memastikan manfaat pembangunan dirasakan sampai ke daerah-daerah,” kata Presiden.
Pemerataan Manfaat Pembangunan Jadi Perhatian
Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, tidak hanya terpusat di kawasan industri atau pusat pertumbuhan ekonomi.
Melalui penguatan industri nasional dan optimalisasi sumber daya alam, pemerintah menargetkan terbentuknya perekonomian yang mandiri, inklusif, tangguh, dan kompetitif.
Keberhasilan strategi tersebut akan ditentukan oleh kemampuan Indonesia mengubah kekayaan alam menjadi produk bernilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.***