Di tengah suasana hangat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto terus bergerak aktif menjalin komunikasi internasional. Melalui sambungan telepon, sang Kepala Negara menghubungi para pemimpin negara sahabat untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus memperkokoh kerja sama antarnegara.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa rangkaian komunikasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedekatan personal dan diplomasi Indonesia di kancah global.
“Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dan memperkuat kerja sama antarnegara, khususnya di momentum Hari Raya yang penuh makna,” tulis Teddy melalui unggahan di akun resmi @sekretariat.kabinet, Senin (23/3/2026).
Dari Solidaritas Palestina hingga Keakraban Serumpun
Pada Senin (23/3), Presiden Prabowo tercatat melakukan pembicaraan dengan empat pemimpin kunci, yaitu:
- Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (mempertegas solidaritas Indonesia).
- Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi.
- Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed (MBZ).
- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (menjaga kehangatan hubungan serumpun).
Maraton Diplomasi Sejak Hari Pertama
Aksi “jemput bola” diplomasi ini sejatinya telah dimulai sejak Minggu (22/3). Sebelumnya, Prabowo telah lebih dulu bertukar sapa dan pesan kerja sama dengan empat pemimpin besar lainnya, yakni:
- Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan.
- Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
- Raja Yordania, Abdullah II.
- Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Langkah Presiden Prabowo ini menunjukkan konsistensinya dalam menjaga hubungan luar negeri yang aktif dan berdaulat. Bagi pemerintah, momentum Lebaran bukan sekadar perayaan agama, melainkan jembatan emas untuk memastikan posisi Indonesia tetap strategis dan dihormati di mata dunia, terutama dalam mendukung perdamaian di wilayah konflik seperti Palestina.