JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Agus Fatoni sebagai pimpinan terbaru Badan Amil Zakat Nasional (BASNAZ) periode 2026-2031. Penetapan tersebut tertuang dalam Kepurusan Presiden tentang Pengangkatan Pimpinan dan Anggota BAZNAS.
Surat keputusan diserahkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar di Ruang Pelantikan Kemenag RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Penyerahan SK menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan.
“Alhamdulilah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS,” ujar Menag Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Menag menegaskan, BAZNAS sebagai amil tetap berpegang pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lain.
Dalam kesempatan itu, Menag berharap kepengurusan BAZNAS yang baru mampu meningkatkan kinerja pengelolaan zakat nasional. Saat ini, BAZNAS tercatat menghimpun dana zakat sekitar Rp41 triliun. Ke depan, targetnya bisa mencapai tiga kali lipat.
“Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya,” terang Menag.
Susunan Pimpinan BAZNAS 2026-2031
- Unsur masyarakat: Diddik Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Saadi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar.
- Unsur pemerintah: Abu Rokhmad, Agus Fatoni, Mochamad Agus Rofludin.
Profil Agus Fatoni
Agus Fatoni lahir di Bahuga, Way Kanan, Lampung, 6 Juni 1972. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bandar Lampung, lalu melanjutkan kuliah di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Semasa kuliah, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa IIP (1998) dan Mahasiswa Teladan IIP (1999).
Kariernya dimulai sebagai PNS di kantor PMD Provinsi Lampung (1994) dan ajudan Gubernur Lampung (1995). Ia kemudian menjabat Kepala Bagian Protokol Kemendagri (2012), Kepala Staf Pribadi Mendagri (2013), Pjs Gubernur Sulawesi Utara (2020), Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri (2022), serta Pj Gubernur Sumatera Selatan (2023).
Fatoni juga pernah menjabat di organisasi pemerintahan seperti Sekretaris Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (2016-2021) dan Wakil Direktur Eksekutif Forum Sekda Provinsi Seluruh Indonesia (2016-2021). Ia dikenal sebagai pejabat dengan rekam jejak lengkap, pernah menjadi Pj Gubernur di Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.