Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sekitar 1.200 rektor, guru besar, dan dekan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). Forum yang disebut bersejarah ini menjadi ruang dialog langsung antara kepala negara dan komunitas akademik untuk membahas berbagai isu strategis pendidikan tinggi, termasuk upaya meringankan beban biaya kuliah mahasiswa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tengah menyusun skema agar universitas dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas tanpa membebani masyarakat.
“Kalau memungkinkan, kami sedang menghitung bagaimana universitas-universitas ini bisa maju dan berkualitas, tetapi tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat maupun mahasiswa,” ujar Prasetyo kepada wartawan di kompleks Istana.
Soroti Peran Sosial Humaniora
Berbeda dengan pertemuan serupa pada Maret 2025 yang melibatkan akademisi bidang STEM, pertemuan kali ini secara khusus menghadirkan para guru besar dan akademisi sosial humaniora. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menepis anggapan bahwa bidang sosial humaniora kurang mendapat perhatian pemerintah.
“Bagi rekan-rekan akademisi yang mungkin khawatir sosial humaniora tidak diperhatikan, itu tidak benar. Justru hari ini Bapak Presiden secara khusus mengumpulkan akademisi sosial humaniora,” tegas Stella.
Ia menyebut pertemuan ini sebagai momen bersejarah, karena menurut pengetahuannya, belum pernah ada presiden yang mengundang akademisi dalam jumlah sebesar ini untuk berdialog langsung.
Bahas Kebutuhan Dokter dan Lonjakan Dana Riset
Selain isu biaya pendidikan, pertemuan juga membahas percepatan pemenuhan kebutuhan dokter nasional, yang menurut data pemerintah masih mengalami kekurangan lebih dari 100.000 tenaga medis. Prasetyo menambahkan, pemerintah juga tengah mengkaji pengurangan beban operasional perguruan tinggi negeri agar kualitas dosen serta sarana dan prasarana dapat ditingkatkan.
Dalam forum tersebut, Stella turut mengumumkan dua capaian penting di sektor riset. Dana riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meningkat 218 persen dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Selain itu, mulai 2026, dosen peneliti penerima hibah riset kembali memperoleh insentif finansial langsung, setelah skema ini sempat dihentikan selama beberapa tahun.
Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini turut dihadiri sejumlah pejabat kabinet, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Prasetyo menegaskan, dialog ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Presiden yang dalam sepekan terakhir difokuskan pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
