JAKARTA – Ketegangan antara Dani Carvajal dan Limine Yamal pada laga El Clasico akhir pekan lalu menjadi sorotan utama. Namun, Presiden Fedarasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) Rafael Louzán menegaskan bahwa perselisihan kedua bintang ini tidak akan berdampak pada harmoni skuad La Roja menjelang Piala Dunia 2026.
Pertandingan sengit di Santiago Bernabeu berakhir dengan kemenangan Real Madrid atas Barcelona. Di penghujung laga, Carvajal terlihat mengacungkan jari sambil menyebut Yamal “terlalu banyak bicara”. Remaja ajaib Barcelona itu langsung membalas, memicu kericuhan massal yang melibatkan pemain kedua tim. Insiden ini langsung viral dan memunculkan kekhawatiran akan retaknya hubungan antarpemain Madrid-Barcelona di tim nasional.
Louzán, dalam wawancara eksklusif dengan El Partidazo de COPE, menepis isu tersebut. “Saya bukan orang yang suka ribut, saya lebih suka mendamaikan,” ujarnya, dilansir dari Sports Illustrated, Jumat (31/10/2025). “Itu momen panas dalam pertandingan bertegangan tinggi. Saya yakin masalah ini berhenti di situ saja.”
Kedua pemain memang menjadi pilar penting Timnas Spanyol. Carvajal dan Yamal berperan krusial dalam keberhasilan La Roja juara Euro 2024. Louzán menambahkan, “Mereka adalah dua ikon sepak bola Spanyol dan dunia. Karena itu, insiden ini tak akan berkembang lebih jauh.”
Dampak Potensial pada Ruang Ganti La Roja
Kekhawatiran muncul karena sejarah rivalitas Madrid-Barcelona pernah memengaruhi timnas, terutama di era persaingan ketat Jose Mourinho dan Pep Guardiola. Namun, Louzán belum berbicara langsung dengan pelatih Luis de la Fuente. “Kami akan segera bertemu dan membahasnya,” katanya.
Sementara itu, *El Desmarque* melaporkan De la Fuente sudah menghubungi kedua pemain pasca-laga. Sang pelatih berupaya meredam situasi sekaligus mengecek kondisi Carvajal, yang berisiko absen hingga akhir 2025 akibat cedera lutut serius.
Masa Depan Carvajal dan Yamal di Timnas setelah EL Clasico
Carvajal, bek kanan andalan Real Madrid, dan Yamal, wonderkid Barcelona berusia 17 tahun, diproyeksikan menjadi tulang punggung Spanyol di Piala Dunia 2026. Absennya Carvajal akan menjadi pukulan telak, namun RFEF optimistis situasi internal tetap kondusif.
Insiden El Clasico ini menjadi pengingat bahwa rivalitas klub tak boleh merembet ke tim nasional. Dengan pendekatan damai dari Louzán dan De la Fuente, Spanyol berharap fokus tetap pada target mempertahankan gelar dunia.