JAKARTA – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkapkan bersedia mundur dari jabatannya jika itu menjadi syarat bagi negaranya untuk bergabung dengan NATO. Zelensky mengungkapkan bahwa keanggotaan Ukraina dalam aliansi pertahanan ini akan membawa kedamaian dan perlindungan bagi negaranya.
“Jika itu dapat menjamin perdamaian bagi Ukraina, jika Anda benar-benar menginginkan saya untuk mengundurkan diri, saya siap. Saya bisa menukarnya dengan (keanggotaan) NATO.” katanya
Pernyataan ini mengungkapkan keseriusan Ukraina untuk menjadi bagian dari NATO sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan di tengah ancaman yang terus-menerus dari Rusia. Sebelumnya, Zelensky juga pernah menegaskan bahwa jika NATO menolak keanggotaan Ukraina, negara tersebut akan meningkatkan kekuatan militernya, termasuk memperbanyak jumlah tentara.
Namun, rencana Ukraina untuk bergabung dengan NATO mendapat respons negatif dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, yang menilai bahwa keanggotaan Ukraina dalam aliansi tersebut tidak realistis dalam waktu dekat.
Di sisi lain, hubungan antara Zelensky dan mantan Presiden AS, Donald Trump, sempat memanas. Trump sebelumnya meremehkan popularitas Zelensky, dengan mengatakan bahwa tingkat popularitasnya hanya 4 persen. Trump juga mempertanyakan legitimasi Zelensky sebagai presiden, mengingat masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2024.
Zelensky dengan tegas membantah klaim Trump tersebut, dan menantang Trump untuk membuktikan angka popularitas 4 persen tersebut. Berdasarkan polling terbaru, Zelensky mengungkapkan bahwa popularitasnya justru mencapai 56 persen. Ia menuduh Trump telah terpengaruh oleh informasi hoaks dari Rusia yang menyebutkan angka popularitas yang tidak akurat, serta terjebak dalam ruang disinformasi yang dipropagandakan oleh Rusia.
Tanggapan keras Zelensky ini membuat Trump geram, dan ia membalas dengan menyebut Zelensky sebagai seorang diktator. Perselisihan ini semakin memperburuk hubungan antara Ukraina dan AS, serta menambah ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Dengan latar belakang ini, jelas bahwa hubungan internasional Ukraina semakin kompleks, sementara harapan untuk bergabung dengan NATO terus menjadi prioritas utama bagi Presiden Zelensky demi memastikan masa depan yang aman bagi rakyat Ukraina.