PT Pertamina mencatat dua capaian besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional: lonjakan produksi minyak hingga 10 kali lipat sejak 2019 dan keberhasilan menurunkan emisi melalui optimalisasi pemanfaatan gas suar (flaring).
Pada akhir Oktober, PT Pertamina Hulu Energi Offshore–South East Sumatra (PHE OSES) meraih Penghargaan Pengelolaan Gas Suar 2024 dari SKK Migas setelah berhasil menekan flaring hingga 70 persen.
General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, menegaskan bahwa optimalisasi gas suar membuktikan dekarbonisasi bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan langsung melalui inovasi engineer dan operator di lapangan.
PHE OSES menerapkan program integrasi pemanfaatan gas suar (flare recovery) di tiga wilayah operasi: Anjungan Widuri, Anjungan Rama, dan fasilitas South Business Unit di Pabelokan.
-
Di Anjungan Widuri, gas suar bertekanan rendah dikompresi untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar gas.
-
Di Anjungan Rama, gas suar dari Rama-P dialirkan ke Rama-H dengan memanfaatkan kombinasi kompresor dan ejector.
-
Di Pabelokan, gas suar disalurkan ke sistem pembangkit listrik untuk meningkatkan efisiensi energi.
Selain itu, program efisiensi energi REnPII–ENERSYNC berhasil meningkatkan performa pembangkit melalui optimalisasi konfigurasi Gas Turbine Generator (GTG). Efisiensi ini menghemat konsumsi fuel gas dan meningkatkan pasokan gas ke PLN IP Cilegon.
Produksi Minyak Melonjak 10 Kali Lipat
Di sisi lain, PT Pertamina EP Zona 4 juga mencatat peningkatan signifikan. Produksi minyak melonjak dari 385 barel per hari (BOPD) pada 2019 menjadi 4.009 BOPD pada 2025. Senior Manager Subsurface Development & Planning PEP Zona 4, Reza Nur Ardianto, menjelaskan bahwa capaian ini dipicu program Development Drilling, yang meningkatkan jumlah pengeboran dari 9 sumur pada 2019 menjadi 72 sumur pada 2025.
Produksi gas dari program yang sama turut meningkat hingga 40 kali lipat, dari 0,34 MMSCFD (2019) menjadi 12,67 MMSCFD pada 2025. Per 31 Oktober 2025, total produksi PEP Zona 4 mencapai 27.770 BOPD, naik dari 25.920 BOPD pada tahun sebelumnya, dengan produksi gas mencapai 533 MMSCFD.
Dampak pada Dekarbonisasi dan Stabilitas Energi
Inisiatif pengurangan flaring PHE OSES berhasil menekan emisi sekitar 310.649 ton CO2e. Selain memperbaiki keandalan pembangkit listrik, langkah ini memastikan pasokan gas bersih ke PLN IP Cilegon tetap stabil, yang berdampak langsung pada penguatan pasokan energi di wilayah Banten dan Jakarta.
Manajer Power & Gas Pabelokan Island PHE OSES, Rosihan Anwar, menegaskan bahwa gas suar yang dulu dianggap tidak memiliki nilai kini terbukti memiliki potensi energi yang besar.
Secara keseluruhan, hingga Oktober 2025 Subholding Upstream Pertamina mencatat produksi minyak 556.000 BOPD dan produksi gas 2.762 MMSCFD. Untuk memenuhi kebutuhan domestik, Pertamina menargetkan lifting 25,5 juta barel selama November–Desember 2025 melalui 113 kargo laut serta 104 penyaluran melalui jaringan pipa dan trucking.