JAKARTA – Nama Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron menjadi sorotan karena salah satu calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut rilis resmi Plt. Ketua Umum PSI, Andy Budiman, berdasarkan perhitungan e‑voting hingga pukul 11.00 WIB (12 Juli 2025), Ronald A. Sinaga alias Bro Ron berada di posisi puncak.
Bro Ron bahkan berhasil mengalahkan calon incumbent yang juga putra bungsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep di posisi kedua dan Agus Mulyono Herlambang di urutan ketiga
Lalu siapa Ronald Aristone Sinaga? Berikut ini profilnya.
Profil Bro Ron
Ronald Aristone Sinaga, yang lebih dikenal luas sebagai Bro Ron, merupakan sosok publik yang mencuri perhatian melalui sepak terjangnya sebagai pengusaha, aktivis sosial digital, dan politisi PSI.
Ia mulai menjadi sorotan bukan hanya karena kiprahnya di dunia bisnis infrastruktur, tetapi juga karena keberaniannya mengkritik langsung kebijakan pemerintah dan pejabat publik.
Gaya komunikasinya yang apa adanya di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menempatkannya dalam posisi yang unik di mata publik.
Figur yang lahir di Ujung Pandang (kini Makassar) tahun 1977 ini telah membangun kariernya dari bawah di Amerika Serikat, tempat ia menempuh pendidikan di berbagai sekolah menengah hingga pusat pelatihan vokasional.
Meski masih ada silang pendapat mengenai riwayat pendidikannya di jenjang universitas, latar belakang tersebut menjadi fondasi kuat baginya untuk menjelajah berbagai profesi, dari tenaga medis hingga eksekutif media di Indonesia.
Pendidikan dan Awal Karier: Dari AS Menuju Dunia Bisnis Nasional
Bro Ron menjalani pendidikan menengah di Chaffey High School dan Eisenhower High School, lalu menyelesaikan pelatihan di Valley Vocational Center, Virginia, pada 1996.
Ia kemudian membangun karier dari nol di Amerika Serikat, termasuk sebagai salesman mobil. Sekembalinya ke Indonesia, ia menempati posisi strategis di beberapa media nasional, seperti Trans7, NET TV, dan Link Net Tbk, sebelum akhirnya mendirikan usaha sendiri di bidang infrastruktur.
Sebagai CEO PT Mulia Karya Sabat, ia memimpin proyek-proyek yang fokus pada pengadaan komponen penting untuk jembatan dan jalan tol.
Selain itu, Bro Ron merambah bisnis otomotif lewat PT Dunia Motor Internasional dan Sena Indonesia, yang menjual aksesori kendaraan roda dua dan sepeda.
Lewat jejaring bisnisnya, ia ikut andil dalam berbagai proyek strategis nasional, terutama di bidang konstruksi jalan dan jembatan.
Keberanian Bersuara: Kritik Terbuka dan Aksi Demonstrasi
Ronald Sinaga bukan sekadar pengusaha. Ia dikenal vokal dalam menyuarakan ketidakadilan dalam sistem proyek-proyek pemerintah.
Salah satu contoh mencolok terjadi pada 2023, ketika ia mengecam PT Waskita Karya dan Menteri BUMN Erick Thohir karena utang proyek yang tak kunjung dibayar.
Ia bahkan menggelar aksi demonstrasi di kantor Kementerian BUMN, mengundang perhatian publik terhadap praktik yang menurutnya merugikan pelaku usaha.
“Saya hanya menuntut hak saya, bukan meminta belas kasihan. Pemerintah harus bertanggung jawab,” tegas Bro Ron saat menyampaikan aksinya kepada publik.
Karier Politik: Menantang Kaesang dan Ungkap Dugaan Penyelewengan
Di dunia politik, Ronald tampil sebagai calon anggota legislatif dari PSI untuk Dapil Jawa Barat V dalam Pemilu 2024.
Meski gagal meraih kursi, kiprahnya berlanjut dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSI dalam Pemilu Raya 2025.
Ia unggul melawan Kaesang Pangarep dan Agus Mulyono Herlambang, membuktikan bahwa pengaruhnya di internal partai cukup kuat.
Proses pemilihan ini dijadwalkan berlangsung sejak 12 hingga 18 Juli 2025, dan hasil akhir akan diumumkan dalam Kongres PSI pada 19-20 Juli 2025 di Kota Solo, Jawa Tengah.
Bro Ron juga dikenal sebagai whistleblower. Ia pernah membongkar dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp2 miliar di wilayah Jawa Barat.
Tak berhenti di situ, pada 2025, ia memviralkan surat permintaan dana CSR dari Kepala Desa Cisaat di Sukabumi yang dinilai tidak tepat waktu karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Kontroversi dan Popularitas: Antara Aksi Kreatif dan Tuduhan Hukum
Jejak Bro Ron tak lepas dari kontroversi. Aksinya mengirim karangan bunga dengan pesan penagihan utang saat pernikahan seseorang pada 2019 menuai viralitas dan dinilai sebagai langkah ekstrem.
Ia juga bersitegang dengan Camat Parung Panjang terkait pencopotan baliho kampanye, serta menegur Plt Wali Kota Bekasi karena membiarkan jalan rusak hingga ia perbaiki sendiri.
Namun, tidak semua sorotan bernada positif. Pada November 2023, Bro Ron dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh PT Mutiara Karet Sejati atas dugaan penggelapan jabatan dengan nilai kerugian mencapai Rp6 miliar.
Ia juga memicu perdebatan publik setelah memviralkan baliho editan Adian Napitupulu dan membuat konten yang dinilai menghina motor Yamaha RX King, meski ia sendiri dikenal sebagai penggemar otomotif.
Kehidupan Pribadi: Motor, Media Sosial, dan Julukan ‘Bodat’
Di luar politik dan bisnis, Bro Ron aktif di media sosial, dengan pengikut Instagram mencapai lebih dari 134 ribu orang.
Kontennya meliputi aktivitas otomotif, kritik sosial, serta interaksi khas dengan komunitas moge.
Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan istilah “bodat” untuk menyindir pelanggar lalu lintas.
Sebagai penganut Kristen Protestan dan berasal dari marga Batak, ia kerap menampilkan sisi personal dalam kehidupannya, termasuk kecintaannya pada kendaraan seperti Mitsubishi Pajero Sport dan motor-motor besar yang ia koleksi.
Figur Publik yang Tak Bisa Diabaikan
Ronald Aristone Sinaga adalah figur kompleks yang membaurkan peran sebagai pengusaha, politisi, dan aktivis digital.
Di satu sisi, ia dipuji karena keberaniannya menyuarakan isu-isu penting; di sisi lain, pendekatan yang frontal membuatnya sering memancing kontroversi.
Namun satu hal pasti: Bro Ron adalah tokoh yang tidak bisa dipinggirkan dari percaturan opini publik digital maupun arena politik nasional.***