JAKARTA – Nama Emil Audero Mulyadi kembali mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Kiper Timnas Indonesia itu tampil sebagai pahlawan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menepis tendangan penalti Nattapong Sayriya.
Aksi heroik tersebut memastikan Skuad Garuda mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026) malam WIB.
Penyelamatan Emil menjadi salah satu momen penentu dalam pertandingan. Empat eksekutor Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Di kubu Thailand, Sarach Yooyen gagal mencetak gol setelah tendangannya membentur mistar. Sementara itu, Nattapong Sayriya harus melihat eksekusinya dimentahkan Emil Audero.
Kemenangan tersebut mengantarkan Indonesia mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup sekaligus mengakhiri penantian gelar senior yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi
Emil Audero Mulyadi lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Ayahnya, Edy Mulyadi, berasal dari Lombok, sedangkan ibunya, Antonella Audero, berkebangsaan Italia.
Ketika Emil berusia sekitar satu tahun, keluarganya pindah ke Cumiana, dekat Turin, Italia. Di kota tersebut, ia tumbuh besar sekaligus mulai menekuni sepak bola.
Dengan tinggi badan sekitar 192 sentimeter, Emil dikenal sebagai kiper yang memiliki kemampuan mumpuni dalam mengantisipasi tendangan penalti. Ia sempat memperkuat tim nasional Italia di berbagai kelompok usia, mulai U-15 hingga U-21.
Namun, darah Indonesia dari sang ayah membuat Emil memilih membela negara asal keluarganya tersebut. Ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 10 Maret 2025 setelah menjalani proses naturalisasi.
Perjalanan Karier Klub
Karier Emil Audero dimulai di akademi Juventus pada usia 11 tahun, tepatnya pada 2008. Ia kemudian mendapat kesempatan melakukan debut pada Serie A bersama Juventus pada Mei 2017 saat menghadapi Bologna.
Setelah itu, Emil dipinjamkan ke Venezia pada musim 2017/2018. Bersama klub tersebut, ia tampil dalam 38 pertandingan pada Serie B.
Kariernya kemudian berkembang bersama Sampdoria. Emil menjadi penjaga gawang utama klub tersebut selama beberapa musim, yakni pada 2018 hingga 2024, dan mengoleksi ratusan penampilan pada Serie A.
Pada musim 2023/2024, ia sempat menjalani masa peminjaman di Inter Milan sebelum kemudian bergabung dengan Como. Setelah itu, Emil menjalani masa peminjaman di Palermo dan Cremonese.
Pada 2026, ia kembali melanjutkan kariernya di Spanyol dengan memperkuat Rayo Vallecano melalui skema peminjaman. Klub asal Madrid tersebut turut memberikan ucapan selamat setelah Emil membantu Indonesia meraih gelar ASEAN Cup.
Peran di Timnas Indonesia
Debut Emil Audero bersama Timnas Indonesia terjadi pada 5 Juni 2025 dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China. Dalam laga tersebut, ia mencatatkan clean sheet sekaligus membantu Indonesia meraih kemenangan 1-0.
Sejak saat itu, Emil menjadi salah satu pilihan utama di bawah mistar gawang Skuad Garuda.
Pada final ASEAN Cup 2026, Emil tidak hanya menjadi penentu dalam drama adu penalti. Ia juga mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan berakhir.
Usai laga, Emil mengungkapkan bahwa mentalitas pantang menyerah menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia meraih kemenangan.
“Kami memutuskan untuk tidak menyerah. Kami percaya sampai akhir,” ujar Emil.
Sang ayah, Edy Mulyadi, juga mengaku yakin putranya mampu menggagalkan penalti tersebut. Keyakinan itu tidak lepas dari pengalaman Emil menghadapi situasi serupa sejak masih berada di akademi Juventus, termasuk ketika ia pernah menepis tendangan pemain kelas dunia seperti Carlos Tevez.
Rekam Jejak Penyelamatan Penalti
Emil Audero memiliki rekam jejak cukup impresif dalam menghadapi tendangan penalti. Sepanjang kariernya, ia tercatat pernah menggagalkan 11 dari puluhan penalti yang dihadapinya.
Sejumlah pemain top yang pernah gagal menaklukkan Emil dari titik putih antara lain Alexis Sánchez, Edin Džeko, dan Scott McTominay.
Penyelamatan terhadap Nattapong Sayriya kini menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan karier Emil bersama Timnas Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di sepak bola Eropa serta komitmennya membela Merah Putih, Emil Audero menjadi salah satu pemain penting bagi Timnas Indonesia. Aksi heroiknya pada final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya mengantarkan Indonesia meraih gelar juara, tetapi juga menambah catatan penting dalam perjalanan kariernya bersama Skuad Garuda.