JAKARTA – Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu kembali menjadi sorotan publik setelah 13 orang termasuk bupati dan wakil bupati terseret operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan yang dilakukan tim KPK pada 9 Maret 2026, tim mengamankan sejumlah 13 orang.”
“Kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan juga di Polresta Bengkulu,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.
“Salah satunya adalah Bupati Rejang Lebong,” lanjut Budi.
Seperti diketahui, wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah agraris penting di kawasan Bukit Barisan dengan pusat pemerintahan di Curup.
Kabupaten ini memiliki karakter ekonomi yang kuat pada sektor pertanian dataran tinggi sekaligus menjadi pusat perdagangan regional di bagian timur Bengkulu, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat sangat dipengaruhi oleh komoditas hortikultura dan perkebunan.
Dengan populasi lebih dari 288 ribu jiwa pada 2024, wilayah ini menjadi salah satu kabupaten penting di Bengkulu yang memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial dan tetap berkembang hingga kini sebagai daerah agraris sekaligus pusat layanan pendidikan dan perdagangan.
Letak Geografis dan Kondisi Wilayah
Kabupaten Rejang Lebong berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian sekitar 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki suhu udara relatif sejuk sepanjang tahun.
Wilayahnya terletak di lembah Ulu Musi yang dialiri Sungai Musi, menjadikannya kawasan subur yang mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Secara administratif daerah ini memiliki luas sekitar 1.559 kilometer persegi dengan wilayah yang terbagi dalam 15 kecamatan serta berjarak sekitar 85 kilometer dari Kota Bengkulu sebagai ibu kota provinsi.
Ibu Kota Curup sebagai Pusat Aktivitas
Kecamatan Curup berperan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, serta jasa yang menggerakkan perekonomian kabupaten.
Kawasan ini juga menjadi titik distribusi utama bagi hasil pertanian dari berbagai kecamatan menuju pasar regional hingga antarprovinsi.
Selain perdagangan, Curup juga berkembang sebagai pusat layanan pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah timur Bengkulu.
Sejarah Pembentukan Kabupaten
Kabupaten Rejang Lebong memiliki akar sejarah administratif sejak masa kolonial Belanda ketika wilayah ini dikenal sebagai Afdeling Rejang Lebong.
Setelah Indonesia merdeka, wilayah ini menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan sebelum kemudian masuk dalam wilayah Provinsi Bengkulu yang resmi dibentuk pada 1968.
Dasar hukum pembentukan kabupaten ini tertuang dalam UU Nomor 28 Tahun 1959, sementara tanggal 29 Mei 1880 sering dijadikan sebagai hari jadi daerah yang menandai sejarah awal perkembangan kawasan Curup sebagai pusat permukiman.
Dalam perjalanan sejarahnya, wilayah kabupaten ini juga mengalami pemekaran daerah dengan terbentuknya Kabupaten Lebong pada 2003 dan Kabupaten Kepahiang pada 2004.
Bila merujuk pada hari jadi yang tercantum, maka saat ini Kabupaten Rejang Lebong sudah berusia 145 tahun.
Komposisi Penduduk dan Budaya
Penduduk asli wilayah ini didominasi oleh suku Rejang yang mendiami wilayah Curup dan sekitarnya serta beberapa kecamatan di dataran tinggi.
Selain itu terdapat komunitas masyarakat Lembak yang tersebar di wilayah seperti Binduriang dan Sindang Kelingi.
Kabupaten ini juga dihuni oleh komunitas Serawai serta warga transmigran dari Pulau Jawa yang turut memperkaya keragaman budaya dan aktivitas ekonomi daerah.
Lima Sektor Ekonomi Utama Penopang PDRB
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto dengan porsi lebih dari 30 persen dari total ekonomi daerah.
Komoditas utama yang dihasilkan antara lain padi, sayuran dataran tinggi, kopi robusta, serta berbagai hasil perkebunan yang menjadi andalan ekspor regional.
Sektor perdagangan besar dan eceran juga memiliki peran penting karena menjadi jalur distribusi berbagai hasil pertanian ke pasar lokal maupun luar daerah.
Selain itu aktivitas administrasi pemerintahan dan layanan publik turut memberikan kontribusi ekonomi melalui belanja daerah dan aktivitas aparatur sipil negara.
Bidang jasa pendidikan berkembang pesat karena Curup menjadi pusat pendidikan di wilayah timur Bengkulu dengan berbagai sekolah dan perguruan tinggi.
Transportasi serta pergudangan juga terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
Daerah Tua
Kabupaten Rejang Lebong merupakan wilayah dataran tinggi Bukit Barisan dengan ibu kota di Curup dan memiliki luas sekitar 1.559 kilometer persegi.
Jumlah penduduknya pada 2024 diperkirakan mencapai sekitar 288 ribu jiwa dengan ekonomi yang bertumpu pada sektor pertanian, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa pendidikan, serta transportasi.
Sejarah panjang sejak era kolonial hingga menjadi bagian dari Provinsi Bengkulu menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu daerah tua yang memiliki peran penting dalam perekonomian regional.***