JAKARTA – Kementerian Keuangan secara resmi memiliki Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik Robert Leonard Marbun di Kompleks Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu, Purbaya menyampaikan keyakinannya terhadap sosok Robert.
“Dengan ini resmi melantik saudara dengan jabatan baru. Saya percaya saudara akan menjabat sebaik-baiknya,” kata Purbaya saat memberi sambutan pelantikan.
Setelah pengambilan sumpah jabatan, Robert mengucapkan janjinya dengan lantang.
“Saya berjanji bahwa saya akan setia dan taat kepada UUD NKRI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi nama bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Robert.
Dengan sumpah tersebut, Robert resmi menggantikan Heru Pambudi, dan mulai hari ini memegang amanah strategis sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan.
Lahir di Medan, 23 Juni 1970, Robert dikenal sebagai pejabat karier dengan latar pendidikan dan pengalaman internasional.
Ia merupakan alumnus Universitas Padjadjaran dengan gelar Sarjana Hubungan Internasional.
Pendidikan lanjutnya ia tempuh di Jepang, meraih gelar Master of Policy Analysis (MPA) dari Saitama University tahun 2000, dan menyandang Doctor of Philosophy in Economics dari Kobe University pada 2004.
Karier birokratnya berawal dari posisi analis dan pengkaji hukum di lingkungan Bea dan Cukai.
Pada Juni 2011, ia diangkat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai. Setahun kemudian, Oktober 2012, Robert memimpin Kantor Wilayah DJBC Sulawesi.
Rekam jejaknya terus meningkat ketika pada April 2015 ia dipercaya menjadi Direktur Kepabeanan Internasional, lalu naik jabatan setahun berikutnya menjadi Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.
Pada 17 Juli 2018, pria berdarah Batak itu diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu, sekaligus pernah bertugas sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).
Kehadiran Robert di kursi Sekjen Kemenkeu menjadi tonggak penting penyegaran di tubuh kementerian yang mengelola fiskal negara.
Ia diharapkan membawa semangat profesionalitas, integritas, dan efisiensi birokrasi di tengah tantangan pengelolaan keuangan negara yang semakin kompleks.***