KARAWANG – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digulirkan Badan Gizi Nasional (BGN) terus menunjukkan dampak signifikan.
Hingga pertengahan Mei 2025, tercatat sebanyak 3,92 juta penerima manfaat telah terlayani di seluruh penjuru Indonesia.
Inisiatif ini menjadi bagian integral dari strategi nasional guna menyiapkan Generasi Emas 2045 yang sehat dan berdaya saing tinggi.
Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional, menegaskan pentingnya program ini sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk menjawab tantangan gizi anak-anak Indonesia.
“Sampai hari ini kita sudah melayani 3,93 juta program makan bergizi gratis (BGN) di seluruh Indonesia.”
“Karena pak Presiden selalu menyampaikan ini adalah rangka strategi untuk menyongsong generasi Emas Indonesia 2045,” ungkap Dadan saat memberikan keterangan di Pondok Pesantren Baghdadi, Karawang, Minggu (18/5/2025).
Secara nasional, layanan ini sudah menjangkau 38 provinsi dengan dukungan 1.339 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar luas.
Jumlah SPPG diproyeksikan terus bertambah, seiring dengan meningkatnya permintaan dan kebutuhan di berbagai daerah, termasuk kawasan pendidikan seperti pesantren.
Intervensi Gizi dan Akses Susu untuk Anak-anak
Lebih jauh, Dadan mengungkapkan realitas mengejutkan mengenai pola konsumsi anak-anak di Indonesia.
Sekitar 60 persen dari mereka tidak terbiasa mengonsumsi susu bukan karena ketidaktahuan, melainkan karena keterbatasan ekonomi. Dalam konteks ini, MBG hadir untuk mengisi celah tersebut dan memberikan asupan bergizi yang selama ini sulit dijangkau.
“Nah 60 persen menurut Indonesia anak-anaknya tidak pernah minum susu. Bukan tidak tahu, tetapi tidak mampu beli susu, karena itulah program ini diadakan untuk bisa mengintervensi,” jelas Dadan.
Dengan cakupan yang terus meluas, MBG kini tak sekadar program makan gratis, tapi telah menjadi fondasi kebijakan gizi nasional yang menyentuh akar permasalahan ketimpangan nutrisi.
Pemerintah pun berharap, langkah ini dapat menekan angka kekurangan gizi kronis (stunting) dan meningkatkan produktivitas generasi muda dalam jangka panjang.***